UMKMJATIM.COM – Setiap melewati jalur pantura di Kabupaten Tuban, aroma khas ikan asap yang menggoda kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelintas.
Hidangan khas pesisir ini telah menjadi salah satu makanan wajib yang dicari, terutama saat musim libur Lebaran.
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh sebagian besar warga sekitar untuk berjualan ikan asap di sepanjang tepi jalan utama.
Menariknya, beberapa penjual tak hanya menjajakan dagangannya, tetapi juga memperlihatkan langsung proses pengasapan ikan.
Strategi ini secara tidak langsung mampu mengundang perhatian para pengendara untuk berhenti dan membeli, karena wangi ikan yang sedang diasap mampu menggugah selera.
Huda, salah seorang pedagang yang merupakan warga asli daerah tersebut, mengungkapkan bahwa ia hanya membuka lapak saat momen Lebaran.
Ia menyebutkan bahwa tingkat pembelian cenderung meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
Menurutnya, dalam satu hari ia mampu menjual hingga tiga dus ikan tongkol, yang setara dengan sekitar 30 kilogram.
Ia menyampaikan bahwa ada pedagang lain yang bahkan bisa menjual hingga lima dus per hari.
Meski hasil penjualannya tidak sebesar rekan-rekannya, Huda tetap merasa bersyukur karena dagangannya selalu laris habis.
Lapak jualan Huda buka sejak pukul enam pagi hingga lima sore, namun hanya beroperasi sampai perayaan Lebaran Ketupat.
Setelah itu, ia memilih kembali ke aktivitas melaut seperti biasanya. Selama dirinya berjualan di pinggir jalan raya, sang istri membantu dengan berjualan di pasar tradisional setempat.
Pembagian tugas ini dianggap efektif untuk memaksimalkan penjualan dalam waktu singkat.
Dalam hal variasi, ikan yang dijual oleh Huda terbilang terbatas.
Ia hanya menawarkan ikan tongkol dan kakap merah. Ikan tongkol dijual dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000 per ekor, tergantung ukuran.
Sementara untuk kakap merah, harganya mencapai Rp50.000. Sedangkan ikan tenggiri asap tidak selalu tersedia, karena ketersediaannya bergantung pada hasil tangkapannya saat melaut.
Ia menyebutkan bahwa ikan tongkol biasanya ia beli dari nelayan lain, sementara tenggiri ia peroleh langsung saat menangkap ikan di laut.
Dyah Ayu, salah seorang pembeli yang ditemui di lokasi, mengatakan bahwa momen Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga besar.
Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan ikan asap sebagai sajian khas daerah pesisir Tuban kepada kerabatnya.
Menurutnya, ikan asap yang memiliki cita rasa khas ini menjadi alternatif menarik saat sebagian orang mulai merasa jenuh dengan menu berbahan dasar daging yang mendominasi hidangan Lebaran.
Dyah menambahkan bahwa seluruh anggota keluarganya sangat menyukai ikan asap, dan menjadikannya sebagai lauk favorit saat santap bersama.
Tidak hanya dinikmati saat kumpul keluarga, ia juga kerap membeli dalam jumlah lebih untuk dijadikan oleh-oleh bagi sanak saudara yang tinggal di luar kota.
Keunikan rasa dan kesegaran ikan asap yang langsung diproses di lokasi menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.
Kombinasi aroma, cita rasa, dan suasana khas pesisir menjadikan ikan asap Tuban tak hanya sebagai sajian lezat, namun juga bagian dari pengalaman kuliner yang membekas di ingatan.***