UMKMJATIM.COM – Lebaran selalu menjadi momen yang penuh berkah bagi banyak orang, termasuk para penjual lontong di Kabupaten Bondowoso.
Selama perayaan ini, permintaan terhadap lontong meningkat tajam, membuat para pedagang merasakan lonjakan keuntungan yang signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Fenomena ini terlihat dari pesanan lontong yang mencapai ratusan buah dalam satu waktu.
Salah satu pedagang yang merasakan berkah tersebut adalah Sukarni, warga Kelurahan Kademangan.
Ia menerima pesanan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan mencapai 500 lontong.
Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan penjualannya di hari biasa.
Sukarni menjelaskan bahwa proses pembuatan lontong sudah dimulai sejak malam sebelum Lebaran.
Ia harus bekerja dari tengah malam agar pada siang harinya lontong sudah matang dan siap diambil oleh pemesan.
Tahun ini, ia merasakan peningkatan pesanan yang cukup signifikan, terutama karena banyak pemudik yang kembali ke Bondowoso untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Salah satu pesanan terbesar yang ia terima berasal dari Pasuruan, yang memesan hingga 300 lontong.
Selain itu, sebagian besar pemesan lainnya adalah kerabat dan tetangga yang setiap tahun selalu membeli lontong darinya.
Meskipun dalam tradisi Lebaran ketupat lebih sering dikaitkan dengan perayaan, bagi Sukarni, lontong dianggap lebih praktis dan mudah disiapkan.
Selain kemudahan dalam pembuatannya, faktor lain yang membuat lontong tetap diminati adalah ketersediaan bahan baku, seperti daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus.
Menurut Sukarni, daun pisang mudah didapat dengan harga yang terjangkau, sehingga lontong menjadi pilihan makanan yang ekonomis bagi masyarakat.
Di pasarnya, lontong dijual dengan harga Rp 2.500 per buah.
Tidak hanya saat Lebaran, Sukarni tetap memproduksi lontong untuk dijual dalam kesehariannya.
Namun, ia mengakui bahwa permintaan meningkat drastis selama Lebaran kali ini, terutama berkat promosi yang dilakukan melalui media sosial oleh anaknya.
Dengan adanya pemasaran digital, banyak orang yang semakin mengenal dan tertarik untuk membeli lontong darinya.
Lontong sendiri memiliki peran penting dalam tradisi masyarakat Bondowoso, terutama dalam perayaan Telasan Lontong.
Tradisi ini biasanya diselenggarakan pada hari ketujuh setelah Lebaran dan menjadi momen kebersamaan bagi masyarakat setempat.
Namun, sejak sebelum Lebaran, banyak orang sudah mulai memesan lontong untuk disajikan pada hari pertama perayaan.
Telasan Lontong bukan hanya sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam.
Tradisi ini melambangkan kebersamaan, semangat berbagi, serta pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bondowoso.
Dengan terus meningkatnya permintaan lontong setiap tahunnya, tradisi ini pun semakin kuat dan tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Lebaran di daerah tersebut.***