UMKM Jadi Motor Penggerak Kredit Perbankan di Kediri, Tren Positif Berlanjut hingga Maret 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 24 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan perannya sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Kediri.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mengenai kinerja sektor jasa keuangan hingga Maret 2025, penyaluran kredit oleh perbankan mengalami peningkatan yang signifikan dengan kontribusi besar berasal dari sektor UMKM.

Dalam siaran pers yang disampaikan pada Jumat, 23 Mei 2025, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menjelaskan bahwa hingga Maret 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp88,52 triliun.

Jumlah tersebut naik level sebesar 3,17 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Yang jadi perhatian adalah lebih dari 61 persen dari total kredit tersebut disalurkan untuk sektor UMKM, ini menandakan bahwa dominasi untuk sektor ini dalam ekosistem perbankan area Kediri.

Ismirani menyampaikan bahwa lonjakan penyaluran kredit tidak hanya terjadi di sektor perbankan, tetapi juga tercermin pada meningkatnya pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan.

Baca Juga :  Perbedaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil Menurut BPS: Ukuran, Skala, dan Karakteristik

Selain itu, pertumbuhan juga terlihat dari meningkatnya jumlah peserta asuransi serta lonjakan jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID).

Dalam rincian distribusi kredit, sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi penerima manfaat tertinggi dengan kontribusi sebesar 25,69 persen.

Selanjutnya diikuti oleh kredit konsumsi rumah tangga non-produktif sebesar 23,33 persen dan sektor Industri Pengolahan yang memperoleh porsi 15,49 persen.

Meskipun terjadi peningkatan kredit, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross masih berada pada level yang aman, yakni sebesar 2,63 persen.

Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,62 persen YoY, dengan nilai mencapai Rp103,81 triliun.

Dari total DPK tersebut, mayoritas bersumber dari tabungan yang menyumbang 64,09 persen, sedangkan deposito menyumbang 26,14 persen.

Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang berada di bawah pengawasan OJK Kediri juga menunjukkan hasil yang solid.

Baca Juga :  Cara Menjual Produk yang Kurang Laku dengan Strategi Tepat

Secara lebih gamblang, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sangat kuat di angka 52,45 persen.

Dari sisi likuiditas, kondisi juga dinilai sehat dengan cash ratio mencapai 15,78 persen serta Loan to Deposit Ratio (LDR) atau Financing to Deposit Ratio (FDR) berada di angka 106,19 persen.

Tidak hanya sektor perbankan, pasar modal di wilayah Kediri pun menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Per Maret 2025, untuk jumlah investor pasar modal (SID) di wilayah OJK Kediri naik menjadi 415.459, atau bisa dikatakan bertumbuh sebanyak 15,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dalam preferensi investasi, mayoritas investor masih memilih reksadana sebagai instrumen utama.

Disusul dengan kepemilikan pada saham, obligasi, sukuk korporasi, serta Surat Berharga Negara (SBN).

Pertumbuhan kepemilikan reksadana mencapai 13,42 persen YoY, sementara kepemilikan saham, obligasi, dan sukuk melonjak 26,07 persen.

Baca Juga :  Harga Cabai Naik Tajam di Kediri Akibat Penurunan Pasokan: Berikut Daftar Lengkapnya

Untuk kepemilikan SBN sendiri, mengalami pertumbuhan sebesar 16,65 persen secara tahunan.

Di sektor pembiayaan, outstanding pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp7,01 triliun per Maret 2025, meningkat sebesar 9,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross juga mengalami kenaikan menjadi 4,21 persen.

Sementara itu, sektor modal ventura turut mencatatkan pertumbuhan.

Nilai penyertaan modalnya sendiri tercatat meningkat 9,69 persen YoY menjadi Rp311,92 miliar. Walaupun sempat mengalami tantangan di masa lalu, kualitas piutang perusahaan modal ventura menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Hal ini terlihat dari penurunan rasio NPF yang mencapai 4,30 persen, jauh menurun dibandingkan posisi 15,59 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, laporan kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Kediri menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya menjadi sektor dominan dalam penyaluran kredit, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru