Pemandu Wisata Kawah Ijen Belajar Bahasa Mandarin, Sambut Wisatawan China dengan Layanan Lebih Baik

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 13 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemandu wisata di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, mulai menempuh langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan mereka.

Melihat dominasi kunjungan wisatawan asal China selama setahun terakhir, para pemandu kini serius mempelajari Bahasa Mandarin agar dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih komunikatif dan menyenangkan.

Kegiatan belajar ini dilakukan secara swadaya di Dusun Tanah Los, Desa Tamansari, Kecamatan Licin—salah satu jalur utama menuju Kawah Ijen.

Para pemandu menyadari bahwa banyak wisatawan dari Tiongkok yang belum fasih berbahasa Inggris, sehingga keterampilan Bahasa Mandarin dirasa menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung aktivitas pemanduan.

Salah satu pemandu, Sigit, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap kepuasan wisatawan.

Baca Juga :  Distribusi Beras SPHP di Jatim Masih Rendah, Khofifah Dorong Percepatan Penyaluran

Ia mengatakan bahwa komunikasi yang lancar sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kepuasan pengunjung.

Oleh karena itu, mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin menjadi solusi agar para pemandu dapat menjelaskan objek wisata secara jelas dan interaktif.

Pelatihan ini sendiri dipandu oleh Sulistiyani, yang merupakan pengajar Bahasa Mandarin dari wilayah kota Banyuwangi yang dengan sukarela membimbing proses belajar para pemandu.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun baru berjalan selama dua minggu, peserta sudah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar peserta memiliki semangat belajar yang tinggi dan cepat memahami dasar-dasar bahasa tersebut.

Menurut Sulistiyani, tantangan utama saat ini adalah pelafalan dan kosakata yang terdengar mirip, tetapi berbeda arti dalam Bahasa Mandarin.

Baca Juga :  Peluang Emas dari Rumah: Budidaya Kroto Jadi Sumber Penghasilan Baru di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Namun, ia meyakini bahwa dengan latihan berkelanjutan dan praktik langsung saat mendampingi wisatawan, kemampuan para pemandu akan berkembang pesat.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kesiapan sumber daya manusia lokal dalam menghadapi dinamika sektor pariwisata yang semakin global.

Penguasaan Bahasa Mandarin bukan sekadar meningkatkan profesionalitas para pemandu wisata semata,

tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, khususnya dari kalangan wisatawan asing.

Dukungan dari masyarakat sekitar dan antusiasme peserta menjadi penanda bahwa pariwisata Banyuwangi tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari kesiapan manusianya.

Kawasan Kawah Ijen yang terkenal dengan fenomena api biru (blue fire) dan keindahan alamnya kini semakin siap menyambut turis internasional dengan pendekatan budaya dan bahasa yang lebih ramah.

Baca Juga :  Polri Ajak Warga Madiun Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Pemanfaatan Lahan Pertanian

Melalu langkah seperti ini, pemandu wisata TWA Ijen diharapkan mampu menjadi ujung tombak promosi wisata Banyuwangi,

sekaligus menjadi role model dalam meningkatkan kompetensi lokal berbasis kebutuhan pasar pariwisata global,

khususnya dalam menyambut kedatangan wisatawan dari Tiongkok yang terus meningkat dari tahun ke tahun.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Berita Terbaru