OJK Jember Luncurkan Program Literasi Keuangan untuk Pelajar di Banyuwangi, Libatkan Bank Jatim dan Pemkab

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 3 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Peluncuran Bulan Literasi Keuangan Nasional bagi pelajar resmi dimulai di Kabupaten Banyuwangi pada Selasa, 2 Mei 2025.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta Bank Jatim.

Acara peluncuran yang dipusatkan di SDN Kepatihan ini menjadi tonggak awal dari program edukasi finansial yang menyasar siswa sekolah dasar di seluruh Indonesia.

Muhammad Mufid, Kepala OJK Jember, menjelaskan bahwa pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi peluncuran perdana memiliki makna strategis.

Ia menyampaikan bahwa dari daerah inilah program literasi keuangan nasional untuk pelajar akan mulai digerakkan sebelum menyebar ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi titik awal untuk membentuk pemahaman dasar mengenai keuangan di kalangan generasi muda sejak usia sekolah.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Anjlok Drastis di Banyuwangi, Pedagang Kurangi Stok untuk Tekan Kerugian

Sebagai bagian dari program, sekitar seribu siswa secara simbolis telah dibukakan rekening tabungan oleh Bank Jatim.

Langkah ini menjadi bentuk nyata dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Mufid menekankan bahwa pembukaan rekening hanyalah awal dari proses panjang yang akan ditempuh.

Ia menyatakan bahwa literasi keuangan seharusnya menjadi proses berkelanjutan agar pelajar terbiasa mengelola keuangan pribadi secara bertanggung jawab.

OJK menargetkan terciptanya ekosistem edukasi keuangan yang melibatkan siswa, guru, hingga orang tua.

Dalam jangka panjang, tidak hanya pelajar yang mendapatkan pendampingan dan pelatihan, tetapi juga tenaga pendidik serta wali murid akan memperoleh materi literasi finansial.

Harapannya, seluruh lingkungan sekolah dapat mendukung kebiasaan menabung dan pengelolaan uang yang bijak.

Baca Juga :  Lebaran 2025 Semakin Dekat, BI Jember Sediakan Layanan Penukaran Uang

Program ini juga akan disertai dengan rangkaian workshop serta pendampingan berkala bagi para pelajar.

Tujuannya agar pemahaman mereka terhadap konsep dasar pengelolaan keuangan, seperti menyisihkan uang saku dan membuat perencanaan belanja, bisa semakin matang.

Edukasi ini diharapkan akan membantu membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab dalam hal finansial sejak usia sekolah.

Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan program literasi keuangan ini.

Ia menilai bahwa edukasi pengelolaan keuangan sejak usia dini adalah bagian penting dari pendidikan karakter dan kecakapan hidup.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi keuangan, dan sektor pendidikan seperti ini menjadi kunci utama dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda.

Baca Juga :  Lamongan Catat Surplus APBD 2024, Bupati Yuhronur Tegaskan Komitmen pada Transparansi dan Akuntabilitas

Ipuk juga menyoroti pentingnya peran literasi keuangan dalam membentuk pola pikir yang hemat dan tidak konsumtif.

Dengan pemahaman yang benar sejak dini, para pelajar diharapkan mampu membuat keputusan finansial yang bijak di masa depan serta terhindar dari perilaku boros atau pengelolaan uang yang kurang tepat.

Melalui program ini, OJK Jember menunjukkan komitmen kuat dalam membangun generasi muda yang cakap secara finansial.

Banyuwangi menjadi langkah awal dari gerakan nasional menuju masyarakat yang lebih melek keuangan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru