BI Malang Siapkan Rp4,123 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 5 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Disebutkan bahwa menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tahun ini, BI Malang menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,123 triliun, yang mengalami peningkatan sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam program SERAMBI 2025 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) yang diluncurkan di Malang pada Rabu (5/3/2025), Kepala Perwakilan BI Malang,

Febrina, menjelaskan bahwa dana tersebut terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) senilai Rp3,777 triliun serta Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp345 miliar.

Agar layanan penukaran uang dapat berjalan dengan lancar dan merata, BI Malang menerapkan tiga skema utama.

Baca Juga :  Bulog Jatim Sumbang 23 Persen Stok Nasional: Penyerapan Gabah Tertinggi dalam 10 Tahun

Pertama, kas keliling yang akan berlangsung pada 5–13 Maret 2025 di enam lokasi berbeda di wilayah Malang Raya.

Kedua, penukaran bersama perbankan yang akan dilaksanakan di kantor BI Malang pada 22 Maret 2025, dengan target 1.000 penukar.

Ketiga, penukaran melalui loket perbankan yang akan diadakan pada 24–27 Maret 2025 di 50 titik wilayah kerja BI Malang.

Untuk dapat melakukan penukaran, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan melalui website Pintar (https://pintar.bi.go.id).

Selain itu, setiap penukar harus membawa KTP dan tidak diperbolehkan diwakilkan.

Febrina menekankan bahwa sistem ini bertujuan untuk memastikan distribusi uang tunai lebih merata,

mengurangi antrean panjang, serta meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Mengenal Batik Sumber Arafat Bangkalan yang Sukses Tembus Pasar Global

Tak hanya fokus pada penyediaan uang tunai, BI Malang juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip “Cinta, Bangga, Paham Rupiah.”

Masyarakat diimbau untuk merawat uang dengan menerapkan prinsip 5J—tidak melipat, mencoret, menstapler, meremas, atau membasahi uang.

Selain itu, BI Malang juga mengingatkan masyarakat agar lebih memahami keaslian uang rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan menggunakan uang secara lebih bijak dalam setiap transaksi.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri, BI Malang juga berupaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi digital.

Berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS dan BI-FAST, diperkenalkan untuk membantu masyarakat melakukan transaksi dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Berdampak, Industri Perhotelan Pasuruan Terpukul hingga 30 Persen

Melalui kebijakan ini, BI Malang berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan teknologi keuangan modern yang menawarkan kenyamanan serta keamanan dalam bertransaksi.

Melalui berbagai langkah strategis ini, BI Malang berupaya memastikan bahwa kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi dengan baik, sekaligus mendorong perubahan menuju transaksi keuangan yang lebih modern dan efisien.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru