Sekolah Lapang Tematik Kediri, Dorong Petani Kurangi Pupuk Kimia dan Pestisida

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 14 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggerakkan Program Sekolah Lapang Tematik yang mengedepankan prinsip budidaya tanaman sehat, hal ini dilakukan dalam upaya mendukung tercapainya swasembada pangan.

Melalui kegiatan ini, petani diberikan pelatihan agar mampu menanam dengan lebih bijak, khususnya dengan cara mengurangi penggunaan pestisida maupun insektisida yang berlebihan.

Penjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, menyampaikan bahwa selain penggunaan pestisida, kebiasaan memakai pupuk kimia secara terus-menerus juga perlu diminimalkan.

Menurutnya, ketergantungan tinggi terhadap pupuk kimia berdampak buruk pada kualitas kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Sukadi menerangkan bahwa untuk menjaga kesuburan tanah, pupuk organik menjadi solusi penting.

Dengan pemakaian pupuk organik, petani dapat memangkas pengeluaran produksi sekaligus memperbaiki unsur hara tanah.

Baca Juga :  Bupati Bangkalan Apresiasi Peran Strategis YTP 837/Ksatria Trunojoyo untuk Dukung Ketahanan Pangan

“Misalnya dalam satu siklus tanam, biasanya pupuk kimia dipakai sampai tiga kali. Kalau petani mau menambahkan pupuk organik, maka cukup dua kali penggunaan pupuk kimia. Hal itu sudah menurunkan biaya produksi,” ungkap Sukadi, Minggu (13/7/2025).

Selain itu, ia menekankan pentingnya ketepatan dalam memilih benih. Pemilihan bibit yang sesuai karakteristik lahan menjadi salah satu faktor keberhasilan budidaya tanaman pangan.

“Kalau jenis padi yang cocok di lahan itu adalah varietas Membramo, maka kita usahakan membantu menyediakan benih Membramo. Jadi penyediaan bibit juga jadi prioritas kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Arahayu Setyo Adi, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dispertabun Kabupaten Kediri,

menerangkan bahwa tingginya biaya produksi dan juga penurunan produktivitas menjadi masalah utama yang disampaikan para petani dalam diskusi rembug tani yang diadakan di sekolah lapang.

Baca Juga :  Inovasi Petani Malang: Pembibitan Padi di Lahan Kering Lebih Praktis dan Efisien

Arahayu menuturkan, kecenderungan petani yang terus-menerus bergantung pada pupuk kimia justru berisiko memperburuk pendapatan.

Sebab biaya yang dikeluarkan terus naik, sementara hasil panen cenderung turun.

“Jika pola itu dipertahankan, lama-lama petani akan kesulitan. Maka tantangan kita adalah bagaimana mengurangi biaya produksinya dan di saat yang sama meningkatkan produktivitas lahan melalui perbaikan kesuburan,” jelas Arahayu.

Bukan hanya itu pelatihan intensif, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri kini juga menjalankan pengembangan gerakan teknologi atau gertek di wilayah Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri.

Sukadi menyebut, di kawasan tersebut sudah bergabung sekitar 50 perusahaan benih dan produsen obat-obatan pertanian yang ikut mendukung keberhasilan sekolah lapang tematik.

Baca Juga :  Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Gerakan teknologi ini dirancang untuk memfasilitasi petani dalam menerapkan inovasi di bidang budidaya padi dan jagung.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani, diharapkan praktik budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bisa diterapkan lebih luas.

Melalui penguatan edukasi, pemilihan benih tepat, dan pemakaian pupuk organik, Program Sekolah Lapang Tematik menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian sumber daya tanah di Kabupaten Kediri.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru