Pengiriman Cabai Rawit ke Kalimantan Tembus 15 Ton Meski Harga Turun, Pasar Pare Tetap Bergairah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 10 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Di tengah tren penurunan harga, pengiriman cabai rawit dari Kabupaten Kediri ke Kalimantan tetap menunjukkan angka yang tinggi.

Berdasarkan laporan dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri yang dirilis pada Jumat, 9 Mei 2025, tercatat bahwa volume pengiriman cabai rawit ke wilayah Kalimantan mencapai 15 ton.

Angka ini mencerminkan tingginya permintaan pasar meskipun harga mengalami penyesuaian ke bawah.

Informasi terbaru dilansir dari Pasar Induk Pare yang menunjukkan bahwa harga Cabai Rawit Merah (CRM) mengalami penurunan harga menjadi Rp2.000 per kilogram.

Varietas Ori 212 dan Brengos 99 yang sebelumnya dibanderol Rp24.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp22.000.

Untuk cabai varietas Asmoro 043 dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram.

Baca Juga :  Cara Lengkap Cek Saldo PIP 2025 Lewat ATM: Praktis, Cepat, dan Tanpa Ribet

Sementara untuk harga cabai lokal Kediri dan jenis Prentol atau Tumi 99, masing-masing harganya Rp17.000 per kilogram.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa penurunan harga CRM disebabkan oleh meningkatnya pasokan cabai di pasar.

Ia menekankan bahwa lonjakan suplai ini sebagian besar ditujukan untuk memenuhi permintaan dari Kalimantan.

Menurutnya, jika pengiriman ke luar daerah seperti Kalimantan mengalami jeda atau libur, maka harga cabai rawit dapat anjlok drastis.

Selain cabai rawit, harga untuk jenis cabai lainnya juga terpantau stabil. Cabai Merah Besar (CMB) dengan varietas Gada MK dijual seharga Rp22.000 per kilogram, sedangkan varietas Imola berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Baca Juga :  Polsek Giligenting Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Kacang Koro di Pulau Giliraja

Untuk Cabai Merah Keriting (CMK), varietas Boos Tavi dipasarkan dengan harga Rp25.000 per kilogram, dan varietas Sibad di angka Rp23.000 per kilogram.

Dari sisi distribusi, wilayah Jabodetabek juga menjadi tujuan utama pengiriman cabai dari Kediri.

Sebanyak 3 ton cabai besar, 0,6 ton cabai keriting, dan 5 ton cabai rawit dikirim ke wilayah tersebut, hal ini sesuai data yang tercatat.

Selain itu, serapan industri terhadap cabai rawit mencapai 6 ton, menunjukkan bahwa sektor industri tetap menjadi pasar potensial bagi petani.

Sementara itu, total pasokan cabai rawit merah dari beberapa daerah utama di Jawa Timur seperti Kediri, Blitar, dan Malang mencapai 35 ton.

Untuk cabai merah besar, pasokan dari Kediri dan Malang tercatat sebesar 9 ton. Untuk pasokan cabai merah keriting sendiri berasal dari Kediri dengan jumlah 2 ton.

Baca Juga :  Pakis Pora Jadi Ajang Meriah Penguatan UMKM dan Kolaborasi Mahasiswa di Surabaya

Pengiriman cabai rawit ke Kalimantan menjadi yang tertinggi, yakni 15 ton, diikuti oleh cabai besar sebanyak 0,7 ton, dan cabai keriting 0,5 ton.

Angka ini mengindikasikan bahwa Kalimantan menjadi salah satu pasar utama bagi hasil pertanian cabai dari wilayah Kediri dan sekitarnya.

Dengan kondisi tersebut, meskipun harga cabai rawit mengalami koreksi, geliat perdagangan dan distribusi tetap dinamis.

Dukungan dari asosiasi petani serta kerja sama dengan pasar antar daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pendapatan petani sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen secara nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terkait

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Berita Terbaru