UMKMJATIM.COM -Menjelang perayaan Lebaran Ketupat, suasana pasar tradisional di Kota Sampang, Madura kembali dipenuhi keramaian.
Pada Sabtu, 5 April 2025, lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak pagi hari.
Salah satu yang paling diminati oleh para pembeli adalah kecambah, bahan utama dalam sejumlah sajian khas Lebaran Ketupat yang banyak dikonsumsi masyarakat setempat.
Lonjakan permintaan terhadap kecambah tidak hanya terjadi dalam jumlah kecil, namun cukup signifikan, sehingga membuat para penjual harus memulai aktivitas lebih awal dari biasanya.
Salah satu pedagang di Pasar Srimangunan Sampang, Juhairiyah, mengalami lonjakan pembeli sejak subuh.
Ia mengaku bahwa pada hari tersebut, karena momen premanan atau persiapan menjelang Lebaran Ketupat, ia sudah membuka lapak dagangannya sejak pukul 05.00 WIB atau setelah salat Subuh.
Ia menyampaikan bahwa sejak saat itu, pembeli terus berdatangan dan mengantre untuk mendapatkan kecambah jualannya.
Juhairiyah juga menjelaskan bahwa dirinya telah menyiapkan sekitar 30 kilogram kacang hijau mentah yang nantinya akan diolah menjadi kecambah sebanyak 20 kilogram.
Namun belum juga mencapai pukul 10.00 WIB, seluruh kecambah yang ia bawa telah habis terjual.
Menurutnya, momen seperti ini selalu membawa rezeki tambahan karena permintaan pasar meningkat drastis.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh pedagang lain yang menjual bahan pokok seperti daging sapi dan ayam.
Di sekitar lapak-lapak daging, antrean pembeli mulai terlihat sejak pagi.
Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menyambut Lebaran Ketupat sangat tinggi, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk menyajikan menu tradisional kepada keluarga dan tamu yang datang berkunjung.
Salah satu pembeli, Hamimah, juga turut merasakan padatnya suasana pasar.
Ia menyebutkan bahwa dirinya rela mengantre demi mendapatkan kecambah dari langganannya, yakni Juhairiyah.
Ia menambahkan bahwa setiap kali menjelang Lebaran Ketupat, kondisi pasar memang selalu ramai, terutama di lapak-lapak penjual bahan makanan seperti kecambah, daging, dan sayur mayur.
Lebaran Ketupat sendiri merupakan tradisi yang dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri, yang ditandai dengan berbagai sajian khas seperti ketupat, sayur lodeh, dan lauk-pauk lainnya.
Dalam tradisi masyarakat Madura, hidangan berbahan dasar kecambah menjadi bagian penting dari perayaan tersebut, sehingga permintaannya meningkat tajam di hari-hari menjelang Lebaran Ketupat.
Kemeriahan di pasar Sampang mencerminkan semangat masyarakat dalam melestarikan tradisi serta menjalin silaturahmi melalui sajian khas.
Para pedagang pun turut merasakan manfaat ekonomi dari momen tersebut, yang memberikan dorongan positif terhadap perputaran uang di tingkat lokal.
Momen ini juga menunjukkan betapa kuatnya ikatan budaya dan ekonomi dalam perayaan-perayaan tradisional di Indonesia, yang secara tidak langsung turut menggerakkan roda perekonomian daerah.***