Polres Sumenep Intensifkan Pengawasan Pupuk Bersubsidi untuk Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 13 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Diberitakan bahwa Polres Sumenep, di bawah naungan Polda Jawa Timur, terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi di wilayah hukumnya.

Langkah ini merupakan upaya nyata dalam mencegah potensi penyelewengan oleh pengecer dan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani, terutama menjelang musim tanam kedua tahun 2025.

Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, melakukan pengecekan langsung ke salah satu kios pengecer pupuk, yakni Kios Makmur milik H. Fauzi yang berada di Dusun Polay, Desa Gilang, Kecamatan Bluto.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Sumenep.

Sinergi lintas instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Menggugah Selera dengan Soto Tolang: Kuliner Khas Sumenep yang Unik dan Lezat

Dari hasil peninjauan yang dilakukan, stok pupuk bersubsidi di tingkat pengecer dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan para petani.

Ketersediaan pupuk yang stabil ini menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui visi besar “Asta Cita”.

AKBP Henri Noveri Santoso mengungkapkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, tidak hanya di tingkat pengecer, tetapi juga mulai dari distributor hingga ke tangan petani.

Hal ini bertujuan agar distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa keterlibatan semua elemen masyarakat sangat diperlukan dalam proses pengawasan ini.

Baca Juga :  Polije Terapkan Pembelajaran Aplikatif, Cetak Mahasiswa Tangguh di Bidang Hortikultura

Masyarakat diharapkan aktif melaporkan apabila menemukan adanya indikasi penyimpangan atau penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Dengan kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat, maka tujuan besar swasembada pangan dapat tercapai dengan lebih cepat dan efektif.

Dalam konteks nasional, program Asta Cita yang diinisiasi Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan.

Salah satu indikator utama keberhasilan program tersebut adalah terjaminnya pasokan pupuk bagi petani agar proses produksi pertanian tidak terganggu.

Oleh karena itu, Polres Sumenep bersama instansi terkait terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah kelangkaan pupuk yang bisa mengganggu stabilitas produksi pangan lokal.

Baca Juga :  Musim Hajatan Picu Kenaikan Harga Bumbu Dapur di Sumenep: Bawang hingga Cabai Naik Drastis

Kegiatan pengecekan dan monitoring seperti yang dilakukan di Kecamatan Bluto akan menjadi agenda rutin guna menjaga kelancaran distribusi dan menjamin ketersediaan pupuk di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.

Melalui pengawasan ketat dan kerja sama lintas sektor, diharapkan tidak hanya masalah penyelewengan pupuk bisa dicegah, tetapi juga ketahanan pangan daerah dapat diperkuat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung visi nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan dan mandiri.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru