Wingko Gulung: Inovasi Jajanan Khas Malang yang Lahir dari Tekanan Ekonomi dan Kini Jadi Primadona

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 25 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Terinspirasi dari kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk saat pandemi, pasangan suami istri asal Malang berhasil menciptakan sebuah inovasi kuliner unik yang kini ramai diminati: Wingko Gulung.

Berbeda dari wingko tradisional, kreasi ini hadir dengan bentuk, proses, dan cita rasa yang lebih modern tanpa menghilangkan akar kelezatan khas wingko itu sendiri.

Ifa, sang penggagas usaha, mengisahkan bahwa pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi keluarganya.

Saat pemasukan hampir nihil sementara pengeluaran terus berjalan, ia dan suaminya berinisiatif untuk mencari solusi dari dapur mereka sendiri.

Berbekal resep wingko peninggalan ibunya, pasangan ini mencoba memberi sentuhan baru pada jajanan lawas tersebut.

Hasilnya adalah wingko gulung, sajian kekinian yang ternyata disambut hangat, terutama oleh kalangan muda.

Baca Juga :  Tetap Setia Menjahit di Tengah Gempuran Pakaian Jadi, Liani Wagir Bangkitkan Usaha Jahit Rumahan Sejak 2012

Dalam penjelasannya, Ifa menyebutkan bahwa produk ini bukan hanya modifikasi biasa, melainkan inovasi yang benar-benar berbeda dari wingko pada umumnya.

Kalau wingko tradisional dimasak dengan menggunakan oven dan menghasilkan tekstur agak keras, sementara itu wingko gulung justru dikukus, sehingga menghasilkan tekstur yang jauh lebih lembut dan juga moist.

Karena hal inilah bisa dikatakan bahwa wingko gulung merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Tidak hanya dari segi bentuk dan teknik, varian rasa yang ditawarkan pun cukup beragam.

Saat ini, wingko gulung hadir dalam enam pilihan rasa menarik: coklat, pandan, stroberi (seloperi), jeruk (jeluk), anggur (tanggur), dan original.

Dari semua varian tersebut, rasa coklat dan pandan menjadi favorit pelanggan.

Baca Juga :  RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029 Fokus Tekan Kemiskinan, Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Meski telah ditambahkan rasa modern, Ifa memastikan bahwa rasa otentik dari wingko tetap dipertahankan, sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik tua maupun muda.

Dengan branding yang terus dikembangkan dan kualitas produk yang konsisten, Ifa dan suaminya kini berharap wingko gulung bisa menjadi ikon baru oleh-oleh khas dari Malang.

Mereka telah membuka outlet resmi di Jl. Raya Krebet Senggrong No.49, Demano Jaya, Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kelezatan wingko gulung, pemesanan bisa dilakukan melalui telepon atau mengikuti akun media sosial mereka di Facebook, TikTok, dan Instagram dengan nama pengguna @wingkogulong.

Pasangan ini optimistis, jika dikelola secara konsisten dan inovatif, wingko gulung tidak hanya akan menjadi tren sesaat, tetapi juga berpotensi menembus pasar nasional sebagai oleh-oleh unggulan dari Malang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru