Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 25 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jumlah PBM di Jawa Timur anjlok 70 persen akibat perubahan logistik, regulasi, dan persaingan tarif yang makin ketat.

Jumlah PBM di Jawa Timur anjlok 70 persen akibat perubahan logistik, regulasi, dan persaingan tarif yang makin ketat.

Industri logistik dan kepelabuhanan di Jawa Timur menghadapi tekanan serius. Jumlah Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Jawa Timur dilaporkan mengalami penurunan hingga 70 persen, kondisi yang dinilai menjadi sinyal perubahan besar dalam pola distribusi barang dan dinamika persaingan usaha di sektor logistik.

Penurunan tersebut disebut tidak hanya dipicu satu faktor. Perubahan perilaku pengiriman barang, kebijakan pemerintah, hingga persaingan tarif yang semakin ketat menjadi tantangan yang dihadapi pelaku industri saat ini.

Perubahan Pola Distribusi Jadi Tantangan Baru

Perubahan sistem distribusi logistik dinilai menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah PBM. Seiring berkembangnya sistem logistik yang lebih terintegrasi, sejumlah perusahaan mulai mengubah pola pengiriman barang agar lebih efisien.

Baca Juga :  6 Cara Mudah Mencatat Keuangan Usaha Kecil agar Bisnis Makin Cuan

Kondisi tersebut berdampak pada perusahaan bongkar muat konvensional yang sebelumnya banyak mengandalkan aktivitas distribusi melalui pelabuhan.

“Penurunan jumlah PBM banyak dipengaruhi perubahan perilaku pengiriman barang lewat laut, regulasi pemerintah, dan persaingan yang semakin ketat,” ungkap sumber dalam laporan tersebut.

Persaingan Tarif Semakin Ketat

Selain perubahan distribusi, perang tarif antar pelaku usaha disebut mulai menjadi persoalan baru. Persaingan harga yang terlalu agresif dinilai dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis, terutama perusahaan dengan skala menengah dan kecil.

Pelaku industri menilai kompetisi memang diperlukan, namun jika tarif ditekan terlalu rendah, kondisi tersebut berpotensi mengurangi margin usaha dan mempersulit perusahaan mempertahankan operasionalnya.

Industri Logistik Hadapi Tekanan Berlapis

Sektor logistik saat ini juga menghadapi berbagai tantangan lain, mulai dari kenaikan biaya operasional hingga perubahan rantai pasok nasional. Biaya distribusi yang meningkat berpotensi memberikan dampak berantai pada berbagai sektor industri.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan 116 Ton Jagung Subsidi untuk Peternak Ayam Petelur Jombang

Tekanan tersebut juga menjadi perhatian karena Jawa Timur selama ini berperan sebagai salah satu pusat distribusi nasional yang menopang pergerakan barang ke berbagai wilayah Indonesia.

Diperlukan Adaptasi dan Strategi Baru

Pelaku usaha menilai perubahan dalam sektor logistik tidak bisa dihindari. Karena itu, perusahaan di bidang bongkar muat dan distribusi dituntut melakukan adaptasi agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan pola pasar.

Digitalisasi layanan, efisiensi rantai pasok, serta penyesuaian model bisnis dinilai menjadi langkah yang dapat membantu pelaku industri bertahan di tengah tekanan yang terus berkembang.

Penurunan jumlah PBM hingga 70 persen ini menjadi pengingat bahwa perubahan di sektor logistik bukan hanya menyangkut aktivitas pelabuhan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem distribusi nasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis
Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tempe di Tuban Terpaksa Kecilkan Ukuran demi Bertahan
Permintaan Lele Meledak Gara-gara MBG, Petani Jombang Malah Terjepit Biaya Pakan
Petani Padi Dapat Kabar Baik! Pemkab Jombang Gelontorkan Rp1,2 Miliar untuk Pupuk Organik Cair
Belum Punya Gedung Sendiri, KDMP Senggreng Malang Bikin Kejutan! Omzet Tembus Rp20 Juta

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Monday, 25 May 2026 - 11:38 WIB

Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha

Saturday, 23 May 2026 - 14:59 WIB

Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terbaru