Surabaya – Kabar mengenai rencana telur menjadi salah satu menu wajib dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa harapan baru bagi para peternak ayam petelur. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi membantu menyerap produksi telur sekaligus menjadi solusi atas tekanan yang dialami peternak akibat harga jual yang belum stabil.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peternak mengaku mengalami kerugian akibat harga telur di tingkat peternak berada di bawah biaya produksi. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha menghadapi tekanan cukup berat dalam menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Peternak Mengalami Kerugian Harian
Ketua asosiasi peternak menjelaskan bahwa harga telur saat ini masih belum sepenuhnya menguntungkan peternak karena adanya selisih antara biaya produksi dan harga jual di lapangan.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, peternak bisa mengalami kerugian hingga Rp3 juta per hari,” ujarnya.
Kerugian tersebut muncul karena tingginya biaya pakan dan operasional peternakan, sementara harga jual telur belum mampu menutup seluruh biaya produksi.
MBG Dinilai Bisa Jadi Solusi Penyerapan Produksi
Masuknya telur sebagai menu wajib program MBG dipandang dapat menciptakan permintaan yang lebih stabil. Dengan jumlah penerima program yang besar, kebutuhan telur diperkirakan ikut meningkat.
“Kalau telur masuk dalam program MBG secara konsisten, tentu akan membantu menyerap produksi peternak,” kata narasumber dalam laporan tersebut.
Menurut pelaku usaha, meningkatnya penyerapan produksi berpotensi membantu menstabilkan harga telur di tingkat peternak.
Program Diharapkan Bantu Jaga Harga Pasar
Selain meningkatkan permintaan, program tersebut juga dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.
Telur selama ini menjadi salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat karena harganya relatif terjangkau dibandingkan beberapa sumber protein lainnya.
Dengan meningkatnya kebutuhan dari program pemerintah, para peternak berharap tekanan terhadap harga jual bisa berkurang sehingga usaha mereka tetap berjalan secara berkelanjutan.
Peternak Menunggu Realisasi Kebijakan
Meski dinilai membawa peluang positif, pelaku usaha berharap kebijakan tersebut dapat direalisasikan secara tepat dan berkelanjutan.
Peternak menilai kepastian pasar sangat penting agar mereka dapat menyusun strategi produksi dan menjaga kestabilan usaha dalam jangka panjang.
Jika program berjalan sesuai harapan, penggunaan telur dalam MBG tidak hanya mendukung kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor peternakan nasional.










