RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029 Fokus Tekan Kemiskinan, Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 15 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Malang mulai mematangkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penuntasan kemiskinan melalui berbagai program prioritas yang dirancang secara terukur.

Budiar menjelaskan bahwa RPJMD terbaru disusun dengan penekanan kuat pada upaya penurunan angka kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan untuk menjawab persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Malang.

Salah satu fokus utama dalam RPJMD 2025–2029 adalah sektor kesehatan.

Baca Juga :  Inflasi Kota Malang April 2025 Turun Jadi 1,07 Persen, Tarif Listrik Jadi Pendorong Utama

Budiar menilai kesehatan memiliki keterkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kondisi kesehatan yang buruk dapat memperburuk kemiskinan, sementara akses layanan kesehatan yang memadai diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup warga.

Ia menyebutkan terdapat tiga variabel kesehatan yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.

Pemerintah daerah, lanjut Budiar, telah menggulirkan berbagai program kesehatan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan masyarakat.

Program tersebut mencakup layanan kesehatan maternitas, pencegahan penyakit, hingga pemenuhan gizi masyarakat secara menyeluruh yang dilaksanakan setiap tahun.

Sebagai bentuk keseriusan, anggaran kesehatan yang dialokasikan mencapai ratusan miliar rupiah.

Dalam pemaparannya, Budiar juga menyinggung persoalan stunting yang masih menjadi isu krusial.

Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berkontribusi terhadap tingginya angka kemiskinan.

Baca Juga :  Kopdes Merah Putih Hadir di Ponorogo, Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri dan Inklusif

Meski berbagai upaya telah dilakukan, angka kemiskinan di Kabupaten Malang masih bertahan di kisaran 8,4 persen.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah menilai perlu adanya pendekatan yang lebih tepat sasaran.

Budiar menyampaikan bahwa pihaknya meminta dukungan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk merumuskan indikator kemiskinan yang lebih akurat.

Penyelarasan metodologi dinilai penting agar program penanganan kemiskinan dapat dievaluasi secara objektif dan dijalankan lebih efektif.

Selain sektor kesehatan, RPJMD 2025–2029 juga menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.

Peningkatan konektivitas wilayah diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu proyek strategis yang disoroti adalah pembangunan jalan tol Malang–Kepanjen.

Baca Juga :  Stabilisasi Harga Beras Demi Ketahanan Pangan, Malang Selenggarakan Gerakan Pangan Murah

Budiar menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mempercepat pergerakan barang dan jasa antarwilayah, sehingga aktivitas ekonomi di seluruh kecamatan dapat tumbuh lebih merata.

Dengan meningkatnya konektivitas, diharapkan peluang kerja dan investasi juga semakin terbuka.

Melalui RPJMD yang baru, Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan bahwa seluruh program pembangunan difokuskan untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata.

Pendekatan terintegrasi antara sektor kesehatan, infrastruktur, dan kebijakan berbasis data diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Malang dalam lima tahun mendatang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru