Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatat capaian besar dalam sektor perdagangan antarwilayah. Melalui misi dagang dan investasi ke Kalimantan Tengah, total transaksi yang berhasil dibukukan menembus angka fantastis lebih dari Rp2 triliun.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat konektivitas perdagangan domestik sekaligus memperluas jaringan kerja sama antar daerah.
Transaksi Tembus Rp2,082 Triliun
Dalam keterangannya, Khofifah mengungkapkan bahwa nilai transaksi dari misi dagang tersebut mencapai lebih dari Rp2,082 triliun.
“Terlihat bahwa kebutuhan kedua daerah ini saling melengkapi dan membuka peluang kerja sama yang luas. Alhamdulillah transaksi misi dagang di Kalimantan Tengah ini menembus Rp2,082 triliun lebih,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Nilai tersebut terdiri dari berbagai sektor, mulai dari penjualan produk Jawa Timur, pembelian komoditas dari Kalimantan Tengah, hingga komitmen investasi lintas daerah.
Perdagangan Dua Arah Jadi Kunci
Khofifah menegaskan bahwa misi dagang ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan strategi untuk mempertemukan kebutuhan antarwilayah yang saling melengkapi.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
Berbagai komoditas unggulan dari Jawa Timur yang diperdagangkan dalam kegiatan ini meliputi produk peternakan, hasil pertanian, hingga produk industri seperti batik dan olahan makanan.
Sementara itu, Jawa Timur juga menyerap komoditas strategis dari Kalimantan Tengah seperti udang, kayu, dan rotan yang dibutuhkan untuk industri dalam negeri.
Investasi dan Kolaborasi Jadi Fokus
Selain transaksi perdagangan, misi dagang ini juga membuka peluang investasi di berbagai sektor. Kerja sama yang dijajaki mencakup pengembangan industri, pertambangan, hingga sektor perikanan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai kegiatan ini sebagai pintu masuk untuk memperkuat kerja sama lintas daerah.
“Ini kami pandang sebagai pintu gerbang bersama yang lebih luas, tidak hanya aspek perdagangan, tapi juga investasi, hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok antar daerah,” tandasnya.
Dorong Ekonomi Nasional dari Daerah
Misi dagang ini menjadi bukti bahwa sinergi antar daerah mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Dengan pola perdagangan dua arah, distribusi barang menjadi lebih efisien dan kebutuhan antarwilayah dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, kegiatan seperti ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk di tingkat nasional.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai daerah guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.











