Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan genjot tanam serentak di 38 daerah Jatim hadapi kemarau 2026. Target LTT naik 2 kali lipat dalam sehari.

Kementan genjot tanam serentak di 38 daerah Jatim hadapi kemarau 2026. Target LTT naik 2 kali lipat dalam sehari.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) terus mempercepat langkah strategis menghadapi musim kemarau 2026 dengan menggelar program tanam padi serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim yang berpotensi menekan hasil pertanian.

Target LTT Naik Drastis dalam Sehari

Melalui gerakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) hingga 3,4 persen dalam satu hari. Angka tersebut bahkan disebut setara dengan dua kali lipat capaian hari sebelumnya.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Yuris Tiyanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni.

“Melalui gerakan ini diharapkan kenaikan LTT bisa mencapai 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dari hari sebelumnya. Ini bukan seremonial, tetapi gerakan yang harus berdampak nyata,” tegasnya.

Baca Juga :  Cara Mudah Cek Status Pencairan BPNT Tahap 3 September 2025

Antisipasi Dampak Musim Kemarau

Percepatan tanam ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan berdampak pada produksi pertanian, khususnya padi.

Dengan pola tanam yang lebih cepat dan serentak, pemerintah berharap petani dapat memanfaatkan sisa ketersediaan air secara optimal sebelum periode kering berlangsung.

Program ini juga dipusatkan di Kabupaten Ngawi dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga petani di seluruh wilayah Jawa Timur.

Produksi Pangan Harus Tetap Stabil

Langkah percepatan ini tidak lepas dari target besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Jawa Timur sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Indonesia.

Baca Juga :  Lapas Kelas I Madiun Tanam Pohon Kelapa untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Data menunjukkan tren positif sektor pertanian di wilayah ini. Dalam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, luas tanam meningkat sekitar 9,7 persen, sementara produksi beras juga mengalami kenaikan lebih dari 2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Perlu Sinergi Lintas Sektor

Dalam pelaksanaannya, program ini menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari optimalisasi irigasi, penggunaan pompa air, percepatan olah tanah, hingga koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kegiatan ini kita dedikasikan untuk menuju Jawa Timur yang makmur. Kita tidak hanya ingin tampil menjadi nomor satu, tetapi harus diiringi dengan peningkatan hasil. Jawa Timur harus selangkah lebih maju. Untuk itu kita harus berjamaah, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi lintas instansi mutlak diperlukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kelurahan Jetis Siap Dukung Koperasi Merah Putih Meski Hadapi Tantangan Sumber Daya Terbatas

Jatim Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Dengan keterlibatan 38 daerah, Jawa Timur kembali menunjukkan perannya sebagai daerah strategis dalam menjaga pasokan pangan nasional.

Percepatan tanam serentak ini diharapkan mampu menjaga produksi tetap stabil meski dihadapkan pada tantangan iklim ekstrem, sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Saturday, 25 April 2026 - 10:05 WIB

Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terbaru