SUMENEP – Harga cabai merah besar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami lonjakan tajam akibat berkurangnya pasokan dari petani. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menjual cabai dengan harga lebih tinggi untuk menyesuaikan biaya kulakan.
Kenaikan harga terjadi di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Anom Baru Sumenep. Selain dipengaruhi stok yang semakin menipis, permintaan masyarakat yang tetap tinggi turut memicu kenaikan harga komoditas tersebut.
Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa stok cabai merah besar dari petani lokal mulai berkurang setelah masa panen berakhir. Akibatnya, pasokan ke pasar tidak lagi mencukupi kebutuhan harian.
“Harga cabai merah besar naik karena stok dari petani mulai berkurang. Pasokan yang masuk ke pasar juga tidak sebanyak biasanya.”
Menurutnya, keterbatasan pasokan membuat pedagang harus mencari stok dari luar daerah. Namun, harga kulakan yang lebih mahal ikut berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
“Kami terpaksa mengambil cabai dari luar daerah karena stok lokal tidak mencukupi. Harga dari pemasok juga sudah naik.”
Para pedagang berharap pasokan dari sentra produksi segera kembali normal agar harga cabai merah besar dapat berangsur turun. Jika kondisi kekurangan stok terus berlangsung, harga diperkirakan masih akan bertahan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Fenomena kenaikan harga cabai merah besar ini menjadi perhatian masyarakat karena merupakan salah satu bahan pokok yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi harga berbagai jenis makanan yang menggunakan cabai sebagai bahan utama.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi apabila distribusi dari daerah penghasil belum kembali normal.











