Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bojonegoro pastikan RPH Banjarsari sesuai standar SOP. Pelaku usaha diajak pindah demi jaga kualitas daging dan lingkungan.

Pemkab Bojonegoro pastikan RPH Banjarsari sesuai standar SOP. Pelaku usaha diajak pindah demi jaga kualitas daging dan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan pengoperasian Rumah Potong Hewan (RPH) Banjarsari berjalan sesuai standar yang berlaku. Hal ini ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan para pelaku usaha, mulai dari jagal, pemasok ternak hingga pedagang daging.

Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah daerah dan pelaku usaha guna memastikan proses pemotongan hewan dilakukan secara higienis, aman, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Pastikan Sesuai SOP dan Legalitas Lengkap

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa RPH Banjarsari telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah.

“RPH Banjarsari ini telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) serta memiliki legalitas yang lengkap. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk memusatkan kegiatan pemotongan hewan di tempat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Tuban: Bakorwil II Bojonegoro Dorong Stabilitas Harga dan Ekonomi Lokal Menjelang Nataru

Menurutnya, keberadaan fasilitas ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya pada sektor pangan asal hewan.

Lebih Higienis dan Ramah Lingkungan

Selain memenuhi standar operasional, RPH Banjarsari juga dirancang untuk mengatasi persoalan lingkungan yang sebelumnya muncul dari aktivitas pemotongan hewan di lokasi lama.

“RPH Banjarsari ini jauh lebih bersih dan higienis. Tempat ini sudah memenuhi standar operasional prosedur dan memiliki legalitas yang lengkap. Meskipun sempat tidak beroperasi selama tiga tahun, sekarang saatnya kita berkomitmen untuk memusatkan pemotongan di sini demi menjaga kualitas sumber air dan lingkungan kita,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah pencemaran lingkungan, terutama terhadap sumber air masyarakat seperti Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga :  Inovasi Budidaya Lele di Buis Beton: Strategi Bojonegoro Mengatasi Stunting dan Kemiskinan

Kapasitas dan Fasilitas Lengkap

RPH Banjarsari dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menjamin kualitas dan keamanan daging. Mulai dari tenaga dokter hewan, paramedik veteriner, hingga juru sembelih halal yang tersertifikasi.

Selain itu, kapasitas pemotongan juga cukup besar, yakni mampu menangani sekitar 15 ekor sapi dan 30 ekor kambing atau domba per hari.

Dengan fasilitas tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan daging masyarakat dapat terpenuhi dengan standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Dorong Penataan dan PAD Daerah

Pengoperasian RPH ini juga menjadi bagian dari upaya penataan sistem pemotongan hewan di Bojonegoro agar lebih terpusat dan terkontrol.

Selain meningkatkan kualitas pangan, langkah ini juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem retribusi yang telah diatur dalam regulasi daerah.

Baca Juga :  Dinas Peternakan Jombang Gelar Pelatihan Keju Mozzarella dan Mini Pizza untuk Kembangkan UMKM

Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha dapat beralih menggunakan fasilitas RPH Banjarsari agar standar keamanan pangan dan lingkungan dapat terus terjaga.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Saturday, 25 April 2026 - 10:05 WIB

Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Berita Terbaru