Produksi Padi Banyuwangi 2025 Surplus Besar: Strategi Pertanian Modern Jadi Kunci

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMMKMJATIM.COM – Banyuwangi kembali mencatat prestasi gemilang di sektor pertanian.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, produksi padi sepanjang Januari hingga Mei 2025 mencapai 228 ribu ton.

Angka ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 68 ribu ton, sehingga tercatat surplus lebih dari 159 ribu ton beras.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menuturkan capaian tersebut merupakan bukti dari kombinasi strategi yang dijalankan pemerintah daerah.

Ia menyebut bahwa meskipun sempat menghadapi kendala serangan hama, kondisi produksi padi tetap stabil berkat dukungan cuaca kemarau yang diselingi hujan.

Situasi itu membuat ketersediaan air tetap terjaga dan menunjang pertumbuhan tanaman.

Baca Juga :  Babinsa Turun ke Sawah: Wujud Sinergi TNI dan Petani Bangkalan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Keberhasilan Banyuwangi tidak lepas dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian.

Distribusi pupuk tepat waktu dan penyediaan benih unggul menjadi salah satu langkah utama.

Dengan input pertanian yang memadai, produktivitas sawah tetap tinggi meski menghadapi cuaca yang dinamis.

Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi pertanian agar produk beras tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

Langkah ini diiringi dengan diversifikasi komoditas, sehingga petani tidak hanya bergantung pada padi, tetapi juga memiliki peluang pendapatan dari tanaman lain.

Inovasi berikutnya adalah penerapan digitalisasi pertanian.

Teknologi mulai diperkenalkan untuk memudahkan distribusi hasil panen, pemantauan lahan, hingga pemasaran produk.

Baca Juga :  Banyuwangi Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Ungguli Jawa Timur dan Nasional

Digitalisasi diharapkan menjadi jembatan bagi petani Banyuwangi untuk masuk ke ekosistem pasar yang lebih luas.

Surplus beras yang cukup signifikan ini tidak hanya menegaskan Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan ketersediaan beras jauh di atas kebutuhan lokal, potensi untuk memenuhi pasokan antarwilayah semakin besar.

Ilham Juanda menegaskan bahwa secara keseluruhan produksi beras Banyuwangi tahun 2025 masih dalam kondisi aman bahkan berlebih.

Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas dan efisiensi.

Baca Juga :  Pemkot Malang Terjunkan 65 Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2025

Program pendampingan petani, penyediaan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan akses ke pasar menjadi prioritas yang terus diperkuat.

Ke depan, strategi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga posisi Banyuwangi sebagai daerah surplus beras, tetapi juga memperkuat peranannya dalam rantai pasok pangan nasional.

Dengan gotong royong antara petani, pemerintah, dan sektor swasta, pertanian Banyuwangi diyakini mampu melangkah lebih jauh menuju ketahanan pangan yang inklusif.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru