Dorong Ekspor Coklat, Mendag Kunjungi Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 5 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Setelah meresmikan Pasar Nglegok yang berlokasi di Desa/Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Selasa (4/2/2025) pagi,

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, melanjutkan kunjungannya ke Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar yang terletak di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Dalam kunjungan tersebut, Budi Santoso menyampaikan komitmennya untuk mendukung ekspor produk coklat dan berbagai olahan makanan yang dihasilkan oleh Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar.

Ia menilai bahwa kualitas produk coklat yang diproduksi di tempat tersebut telah memenuhi standar yang layak untuk dipasarkan ke mancanegara.

Menurutnya, produk coklat dari Blitar sudah memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan dukungan agar produk tersebut dapat bersaing di pasar internasional.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Kembang Capai 90 Persen, DPRD Surabaya Dorong Penyelesaian Tepat Waktu dan Transparan

“Saya rasa sudah saatnya untuk tembus ekspor. Nanti akan kita bantu,” ujar Budi Santoso dalam kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa produksi coklat di Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar telah melalui proses hilirisasi yang baik.

Mulai dari penanaman pohon kakao, pengolahan hasil panen, hingga distribusi produk olahan coklat dilakukan dalam satu sistem terpadu.

Proses ini dianggap sebagai contoh konkret dari konsep hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah suatu produk sebelum dipasarkan.

Sementara itu, Kholid Mustofa, pemilik Wisata Edukasi Kampung Coklat Blitar, merasa terhormat atas kunjungan Menteri Perdagangan ke tempat usahanya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap perkembangan industri coklat di daerahnya.

Baca Juga :  NPWP Badan Usaha: Identitas Pajak yang Wajib Dimiliki Setiap Perusahaan

Ia mengungkapkan bahwa produksi coklat di tempatnya berasal dari hasil panen para petani lokal.

Dengan semakin berkembangnya industri coklat di Blitar, banyak tenaga kerja yang telah terserap dalam proses produksi.

Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan produk olahan coklat dari Blitar dapat semakin dikenal di pasar internasional.

Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing industri coklat Indonesia serta memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM di sektor pangan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru