UMKMJATIM.COM – Kegiatan Pasar Takjil yang berlangsung di Jalan Kenanga, Kota Blitar, dinilai memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, perputaran uang dalam kegiatan ini mencapai angka ratusan juta rupiah dalam beberapa hari pelaksanaannya.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo, mengungkapkan bahwa hingga hari kelima pelaksanaan Pasar Takjil, jumlah uang yang beredar telah mencapai Rp226 juta.
Ia memperkirakan angka ini akan terus meningkat seiring berjalannya waktu hingga hari terakhir kegiatan.
Kenaikan jumlah transaksi diprediksi akan terjadi karena semakin mendekati Hari Raya Idulfitri, masyarakat cenderung lebih antusias dalam berbelanja, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa dan persiapan Lebaran.
Untuk memperoleh data akurat terkait jumlah transaksi di Pasar Takjil Jalan Kenanga, Disperindag Kota Blitar telah menugaskan petugas khusus di sepanjang area pasar.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pemantauan yang lebih sistematis terhadap perputaran uang selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Disperindag juga mencatat adanya lonjakan antusiasme dari masyarakat yang datang untuk berbelanja.
Hal ini menjadi indikator bahwa Pasar Takjil tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi serta menikmati suasana Ramadan.
Pemerintah Kota Blitar berharap keberadaan pasar ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama menjelang perayaan Idulfitri.
Pasar Takjil Jalan Kenanga melibatkan 255 pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Ratusan pedagang ini tersebar di sepanjang Jalan Kenanga serta sebagian lainnya berada di Jalan Mastrip.
Keberagaman menu yang ditawarkan menarik minat banyak pembeli, baik dari warga lokal maupun pendatang.
Dengan banyaknya pilihan kuliner yang tersedia, masyarakat dapat menikmati berbagai jenis hidangan khas Ramadan, mulai dari makanan tradisional hingga camilan kekinian.
Hal ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan mereka pada momentum Ramadan.
Selain menjadi tempat berburu makanan berbuka puasa, Pasar Takjil juga menjadi bagian dari budaya masyarakat Blitar selama bulan Ramadan.
Setiap tahunnya, kegiatan ini selalu ramai dikunjungi, menunjukkan bahwa keberadaannya telah menjadi tradisi yang dinanti-nantikan oleh warga.
Pemerintah Kota Blitar berharap bahwa kehadiran Pasar Takjil dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi lokal, terutama bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.
Seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi dan partisipasi masyarakat, penyelenggaraan Pasar Takjil Jalan Kenanga di masa mendatang diharapkan dapat semakin baik, baik dari segi fasilitas maupun pengelolaan.
Dengan demikian, pasar ini tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi dan budaya lokal yang terus berkembang.***