UMKMJATIM.COM – Perayaan Idulfitri 2025 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kediri, khususnya yang bergerak di bidang produksi kue kering.
Salah satu pengusaha kue rumahan di wilayah Pare, Zahra, merasakan lonjakan omzet yang signifikan dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Zahra menyampaikan bahwa pendapatannya tahun ini meningkat drastis, naik dari Rp25 juta pada 2024 menjadi Rp40 juta di musim Lebaran 2025.
Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut, meski hingga kini belum sempat menghitung secara rinci seluruh pendapatan karena masih kelelahan menangani pesanan yang membludak menjelang Hari Raya.
Ia menuturkan bahwa peningkatan pendapatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pelanggan, tetapi juga karena semakin banyaknya reseller yang bergabung menjadi mitra penjualan.
Setiap tahun, jumlah agen yang ingin memasarkan produknya terus bertambah.
Zahra menjelaskan bahwa proses menjadi reseller cukup mudah, yaitu hanya dengan melakukan pembelian awal senilai Rp1 juta untuk berbagai varian kue kering.
Dari sekian banyak produk yang ia jual, nastar tetap menjadi primadona yang paling banyak dipesan oleh pelanggan.
Kue berisi selai nanas ini, menurut Zahra, hampir selalu masuk dalam daftar pesanan setiap pembeli.
Selain nastar, produk lain seperti mini pastry isi nanas dan muffin mini rasa coklat juga mengalami peningkatan permintaan yang signifikan.
Kepuasan pelanggan turut menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha Zahra.
Salah satu pelanggan setianya, Firdausi, menyampaikan pendapatnya mengenai kualitas produk Zahra Cookies.
Ia mengungkapkan bahwa rasa kue yang tidak terlalu manis dan tekstur yang tidak membuat tenggorokan gatal menjadi alasan mengapa dirinya terus membeli dari Zahra.
Firdausi juga menambahkan bahwa kue red velvet yang diproduksi Zahra memiliki sensasi crunchy yang menyenangkan dan rasa cokelat yang kuat, menjadikannya salah satu favorit keluarga.
Fenomena meningkatnya permintaan kue kering saat Lebaran bukan hal baru, namun tahun ini menunjukkan tren yang lebih positif bagi pelaku UMKM.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski banyak sektor ekonomi mengalami tekanan, pelaku usaha makanan rumahan justru mampu bertahan dan berkembang dengan memanfaatkan momentum perayaan hari besar.
Keberhasilan Zahra menjadi contoh nyata bagaimana inovasi produk, pelayanan berkualitas, dan kemudahan sistem kemitraan dapat membuka peluang usaha yang lebih luas.
Dengan strategi yang tepat, pelaku UMKM mampu meraih pasar lebih besar dan membangun jaringan distribusi yang menguntungkan di tengah persaingan industri makanan yang semakin ketat.
Momentum Lebaran yang mengangkat omzet UMKM seperti Zahra ini sekaligus menjadi penanda penting bahwa sektor usaha rumahan masih menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk mencintai produk lokal, diharapkan pelaku UMKM semakin berkembang dan mampu memperluas jangkauan bisnisnya hingga ke level nasional.***