UMKMJATIM.COM – Selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri, ratusan warga perantau memilih untuk kembali ke kampung halaman mereka di Kabupaten Tuban.
Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan keluarga, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah.
Kedatangan para pemudik secara signifikan memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, mengungkapkan bahwa kembalinya warga perantauan membawa berkah tersendiri bagi perekonomian Tuban.
Ia menyampaikan bahwa dalam sepuluh hari terakhir menjelang Idulfitri, terlihat lonjakan perputaran uang yang cukup tinggi.
Menurutnya, peningkatan tersebut bahkan mencapai 100 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Peningkatan aktivitas ekonomi ini, lanjut Joko, terlihat merata di berbagai sektor.
Industri kuliner menjadi salah satu yang paling terdampak positif, di mana banyak usaha makanan dan minuman mengalami peningkatan jumlah pengunjung.
Tak hanya itu, sektor pariwisata juga menunjukkan geliat yang menjanjikan, dengan bertambahnya jumlah wisatawan lokal yang datang mengunjungi berbagai destinasi wisata di Tuban.
Selain itu, sektor perhotelan dan penginapan turut merasakan dampak positif dari musim mudik ini.
Banyaknya tamu yang menginap selama libur lebaran membuat okupansi hotel meningkat secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Tuban melihat fenomena ini sebagai peluang untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama yang berbasis pada potensi daerah.
Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen terhadap kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan balik, Pemkab Tuban juga menyelenggarakan program balik mudik gratis.
Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban transportasi masyarakat yang ingin kembali ke kota perantauan setelah libur berakhir.
Pemerintah daerah juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan maksimal, mulai dari keamanan hingga fasilitas umum, selama berlangsungnya Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Lebih jauh, Joko menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Ia menyarankan agar para pemudik bisa menjadi duta bagi daerah asal mereka dengan memperkenalkan kekayaan kuliner, budaya, dan destinasi wisata Tuban di tempat mereka merantau.
Menurutnya, langkah ini dapat membuka peluang promosi daerah yang lebih besar dan berkelanjutan.
Dengan antusiasme mudik yang tinggi serta dukungan pemerintah yang terus berupaya menciptakan pelayanan terbaik, Kabupaten Tuban diyakini akan semakin dikenal dan berkembang sebagai daerah yang kaya potensi.
Momen lebaran yang sarat makna pun menjadi titik balik yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat secara keseluruhan.***