UMKMJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melaporkan peningkatan arus peti kemas selama bulan Maret 2025.
Berdasarkan data yang dirilis, terjadi kenaikan sebesar 6,92% secara bulanan (month-on-month), dengan total arus peti kemas mencapai 134.159 TEUs.
Kinerja positif ini mencerminkan tren pertumbuhan yang menggembirakan di sektor logistik, khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Peningkatan tersebut terutama disumbang oleh arus peti kemas internasional.
TPS mencatat bahwa peti kemas ekspor naik menjadi 61.798 TEUs, sedangkan peti kemas impor turut mengalami lonjakan menjadi 66.575 TEUs.
Fakta ini menunjukkan bahwa aktivitas ekspor-impor melalui TPS masih tumbuh, mencerminkan ketahanan perdagangan luar negeri di tengah dinamika ekonomi global.
Sementara itu, arus peti kemas domestik justru mengalami penurunan signifikan sebesar 24,98% dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan ini dikaitkan dengan menurunnya aktivitas produksi barang di pabrik, yang dilakukan sebagai respons terhadap libur panjang Idul Fitri dan cuti bersama.
Penyesuaian tersebut menyebabkan perlambatan pengiriman barang antar wilayah dalam negeri.
Di sisi lain, jumlah kunjungan kapal ke TPS pada bulan Maret juga meningkat, meski dalam angka yang relatif kecil.
Dari sebelumnya 103 kunjungan kapal pada Februari, jumlah ini naik menjadi 104 kunjungan pada bulan Maret, atau meningkat 0,97%.
Kenaikan ini menjadi indikasi bahwa aktivitas pelabuhan tetap stabil dan menunjukkan tren positif.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas dan kunjungan kapal ini merupakan sinyal baik bagi pertumbuhan industri logistik nasional.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh pihak di TPS dalam memberikan layanan yang cepat, efisien, dan handal meskipun pasar terus menghadapi tantangan dinamis.
Bukan hanya volume peti kemas dan kunjungan kapal, TPS juga menunjukkan perbaikan dari sisi kinerja bongkar muat.
Pada bulan Maret, TPS mencatat produktivitas bongkar muat sebesar 52,14 box per kapal per jam (box/ship/hour),
meningkat 1,98% dari capaian Februari yang berada di angka 51,13 box/ship/hour.
Angka tersebut melampaui standar kinerja minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, yakni sebesar 48 box/ship/hour.
Dengan kinerja operasional yang terus meningkat, TPS juga berhasil mempertahankan posisi dominan di Pelabuhan Tanjung Perak.
Saat ini, TPS memimpin pangsa pasar (market share) dengan angka mencapai 83%, menjadikannya operator peti kemas terbesar di pelabuhan utama Jawa Timur tersebut.
Secara keseluruhan, capaian TPS pada Maret 2025 memberikan optimisme terhadap geliat sektor logistik di Indonesia.
Dengan pertumbuhan arus peti kemas, peningkatan kinerja operasional, dan efisiensi layanan,
TPS menunjukkan bahwa transformasi dan inovasi dalam sektor pelabuhan menjadi kunci penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional.***