Inovasi Petani Malang: Pembibitan Padi di Lahan Kering Lebih Praktis dan Efisien

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 8 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Inovasi di sektor pertanian terus berkembang, termasuk di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sejumlah petani lokal mulai menerapkan metode baru dalam proses pembibitan padi, yang sebelumnya hanya dilakukan di sawah, kini beralih ke lahan kering.

Cara ini dinilai lebih praktis, efisien, dan menjanjikan hasil yang tidak kalah optimal dibanding metode konvensional.

Gunawan, seorang petani sekaligus pelaku usaha pembibitan padi, menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan rekan-rekannya hanya fokus menanam padi langsung di sawah.

Namun, keterbatasan curah hujan dan kondisi tenaga kerja yang semakin sulit, mendorong mereka untuk mencari alternatif yang lebih efektif.

Salah satu solusi yang akhirnya mereka terapkan adalah pembibitan di lahan kering.

Baca Juga :  Bisnis Bumbu Dapur Instan: Solusi Praktis Memasak Cepat dengan Rasa Autentik

Ia mengungkapkan bahwa teknik ini memanfaatkan media tanah yang sudah dipersiapkan dengan baik sebelumnya, di mana benih padi disemai di luar lahan sawah.

Menurutnya, metode ini terbukti lebih mudah dikontrol, tidak terlalu tergantung pada musim hujan, dan mempercepat pertumbuhan benih.

Selain itu, prosesnya juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja seperti saat melakukan penanaman langsung di lahan basah.

Keuntungan lain yang dirasakan para petani adalah kemudahan dalam pengelolaan.

Dengan kondisi lahan yang kering, perawatan bibit menjadi lebih sederhana dan efisiensi waktu kerja meningkat.

Hal ini sangat membantu di tengah menurunnya jumlah tenaga kerja yang bersedia bekerja di sektor pertanian.

Namun demikian, Gunawan menekankan bahwa inovasi ini bukan tanpa tantangan.

Baca Juga :  Stok Beras di Madura Aman hingga Awal 2026, Bulog Pastikan Pasokan Terjaga di Musim Kemarau

Salah satu kendala utama adalah kebutuhan air untuk penyiraman yang tetap harus terpenuhi secara berkala.

Selain itu, pemilihan benih unggul juga menjadi faktor krusial agar pembibitan tidak mengalami kegagalan.

Dalam upaya mengatasi kendala tersebut, Gunawan bersama para petani lainnya telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah setempat berupa kendaraan roda tiga dan pompa air.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelangsungan metode pembibitan di lahan kering, terutama untuk mempercepat distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan air secara lebih efisien.

Walaupun masih menunggu realisasi bantuan, Gunawan optimistis bahwa metode ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil pertanian di wilayah Malang.

Ia berharap, pemerintah dan pihak terkait bisa memberikan dukungan nyata agar inovasi ini terus berkembang dan bisa diadopsi secara lebih luas oleh petani lainnya.

Baca Juga :  Menemukan Ide Bisnis UMKM yang Potensial: Langkah Awal Menuju Kesuksesan

Dengan pembibitan padi di lahan kering, diharapkan petani tidak lagi terlalu bergantung pada faktor cuaca, serta mampu mengurangi beban tenaga kerja yang selama ini menjadi salah satu masalah utama di bidang pertanian.

Langkah ini juga dinilai sebagai solusi tepat untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan modernisasi sektor pertanian.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru