Pemkot Kediri Salurkan Bantuan Rehabilitasi RTLH 2025, 161 Rumah Tak Layak Huni Siap Direnovasi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 10 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kota Kediri kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan merealisasikan program Bantuan Sosial Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025.

Program ini secara resmi diserahkan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Vinanda, pada Selasa (10/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia turut meninjau langsung kondisi beberapa rumah yang akan menerima bantuan.

Ada 161 rumah warga di Kota Kediri ditetapkan sebagai penerima bantuan RTLH untuk tahun ini.

Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk memperbaiki rumah agar lebih layak dan nyaman dihuni.

Pada kunjungannya, Mbak Vinanda melihat langsung tiga rumah penerima bantuan, yang masing-masing dua rumah berada di Kelurahan Tosaren dan satu rumah lain di Kelurahan Semampir.

Selain itu, beliau juga memberikan bingkisan sembako kepada penerima manfaat sebagai bentuk perhatian tambahan.

Baca Juga :  Emil Dardak Ajak Perangkat Desa Jatim Sukseskan Program Strategis Koperasi Merah Putih

Menurut penjelasannya, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang masih tinggal di rumah dengan kondisi yang jauh dari standar kelayakan.

Ia menggambarkan bahwa beberapa rumah penerima bahkan tidak memiliki atap, kamar mandi, atau lantai yang layak.

Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan perlu segera ditangani agar warga memiliki tempat tinggal yang aman dan sehat.

Mbak Vinanda juga menekankan pentingnya pengawasan dalam proses penyaluran bantuan sosial ini.

Ia mengingatkan kepada seluruh aparat kelurahan, kecamatan, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) agar memastikan tidak ada potongan atau penyimpangan dalam distribusi dana bantuan.

Dalam minggu ini, setidaknya 100 rumah akan segera memulai proses renovasi sebagai bagian dari tahapan pertama program RTLH.

Baca Juga :  Inflasi Kabupaten Sumenep Februari 2025: Kenaikan Tahunan 0,19 Persen, Sektor Perhiasan Emas Beri Andil Besar

Kepala DPKP Kota Kediri, Hery Purnomo, menambahkan bahwa pencairan dana bantuan dilakukan secara langsung kepada penerima dan akan didampingi oleh tenaga pendamping RTLH di setiap kelurahan.

Proses renovasi akan melibatkan tukang dari lingkungan sekitar, serta pembelian material juga akan dilakukan dari toko bangunan lokal di Kota Kediri.

Langkah ini diambil untuk menjaga perputaran ekonomi tetap terjadi di dalam kota.

Hery juga merinci bahwa Kecamatan Pesantren menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yaitu 73 rumah, di mana 23 di antaranya berada di Kelurahan Tempurejo.

Program ini selaras dengan upaya Pemkot Kediri dalam pengentasan kawasan kumuh.

Sementara itu, proses renovasi akan mempertimbangkan aspek sosial budaya masyarakat.

Ia menyebut bahwa jika ada penerima yang memilih menunda pembangunan karena memasuki bulan Suro—bulan yang dalam budaya Jawa dianggap kurang baik untuk membangun rumah—maka pencairan dana akan menyesuaikan waktu yang ditentukan oleh penerima.

Baca Juga :  Modal Usaha Sebagai Penopang Keberlangsungan Bisnis di Tengah Ketidakpastian

Salah satu penerima bantuan, Sri Ani, warga Kelurahan Tosaren berusia 73 tahun, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan ini.

Ia mengaku senang karena bagian atap dan peninggian rumahnya akan segera diperbaiki.

Ia tinggal bersama cucunya dan sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Mbak Vinanda juga meninjau rumah Widodo di Tosaren dan rumah Siti Alpin di Semampir.

Keduanya juga akan mendapat perbaikan signifikan seperti atap, dinding, dan fasilitas pendukung lainnya.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Camat Pesantren Widiantoro, Camat Kota Bagus Hermawan, Lurah Tosaren Joko Prayitno, Lurah Semampir Rizky Yudadiantika, serta para pendamping RTLH dan pejabat terkait lainnya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru