Warga Desa Daleman Siapkan Widik Bambu Sambut Musim Tanam Tembakau

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 11 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Menjelang musim kemarau yang biasa menjadi periode ideal untuk penanaman tembakau, warga Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mulai bersiap dengan membuat widik bambu—rak tradisional yang digunakan untuk menjemur tembakau.

Momen seperti ini menjadi rutinitas tahunan bagi masyarakat setempat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian, khususnya untuk komoditas tembakau.

Meskipun saat ini kondisi cuaca masih belum sepenuhnya stabil, dengan curah hujan yang kadang masih turun, sebagian warga sudah mulai beraktivitas menyiapkan sarana pendukung seperti widik.

Salah satu warga Desa Daleman, Damhuji, menjelaskan bahwa pembangunan widik tetap dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi masa tanam.

Menurut Damhuji, meski kondisi cuaca belum sepenuhnya kering, tanda-tanda peralihan ke musim kemarau sudah mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir dengan meningkatnya suhu udara dan juga berkurangnya intensitas hujan yang turun.

Baca Juga :  Cara Mudah Cek Status Pencairan BPNT Tahap 3 September 2025

Damhuji juga menuturkan bahwa membuat widik memiliki nilai ekonomis tersendiri.

Bagi sebagian warga yang belum atau tidak menanam tembakau, pembuatan widik bisa menjadi alternatif sumber pendapatan.

Widik bambu yang dijual bisa mencapai harga antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per unit, tergantung ukuran dan kualitas bambu yang digunakan.

“Bahkan meskipun belum menanam, saya tetap bisa memperoleh penghasilan dengan menjual widik ke petani lain yang sudah mulai menanam,” ujarnya.

Ia menganggap bahwa musim kemarau menjadi momentum penting bagi masyarakat petani untuk meningkatkan pendapatan, baik dari hasil panen tembakau maupun dari aktivitas pendukung seperti pembuatan alat pengering.

Lebih lanjut, Damhuji berharap kondisi cuaca segera benar-benar memasuki musim kemarau agar penanaman tembakau dapat segera dimulai.

Baca Juga :  Inovasi Pertanian: Ali Mustofa Sukses Budidaya Benih Kacang Panjang di Lamongan

Menurut pengalamannya, hasil panen yang maksimal biasanya bergantung pada kestabilan cuaca sejak awal penanaman hingga masa panen.

Masyarakat di Desa Daleman dikenal sebagai petani tembakau yang berpengalaman.

Aktivitas pertanian ini telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya ekonomi masyarakat setempat selama puluhan tahun.

Tidak hanya sebagai sumber penghasilan utama, tembakau juga menjadi komoditas strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian desa.

Dalam musim tanam tembakau, berbagai sektor lokal turut terdampak secara positif, mulai dari penyedia benih, penyewaan lahan, jasa transportasi hasil panen, hingga industri pengolahan tembakau rumahan.

Oleh karena itu, persiapan menghadapi musim tanam menjadi hal penting yang tidak hanya dilakukan secara individu tetapi juga kolektif oleh warga desa.

Baca Juga :  Kodim 0802/Ponorogo Genjot Serapan Gabah: Target 12.400 Ton GKP Dikejar Hingga Akhir April 2025

Jika musim tanam tahun ini berjalan lancar dan cuaca mendukung, para petani berharap hasil tembakau bisa melimpah dan berkualitas tinggi,

sehingga mampu memberikan keuntungan besar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dimulainya aktivitas persiapan seperti pembuatan widik, masyarakat Desa Daleman menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut musim tanam tembakau, yang menjadi tumpuan utama ekonomi warga di wilayah tersebut.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru