BUMDes Pasongsongan Belajar ke Yogyakarta dan Jateng: Dorong Inovasi Usaha Desa dan Pertanian Terpadu

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 20 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan dan memperluas wawasan kewirausahaan, puluhan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep,

mengikuti studi banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, selama empat hari.

Kegiatan berlangsung sejak 17 hingga 20 Juli 2025.

Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat manajemen usaha desa, menggali potensi lokal, dan menerapkan praktik terbaik yang berkelanjutan dalam pengembangan BUMDes.

Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, menjelaskan bahwa tujuan pertama studi banding adalah BUMDes Panggung Lestari di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Di tempat ini, peserta memperoleh banyak pelajaran penting mengenai tata kelola usaha desa secara profesional.

Baca Juga :  Peran Penting Desain Grafis dalam Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM

Mereka mempelajari mulai dari penyusunan rencana usaha yang matang, sistem pelaporan keuangan yang transparan, hingga strategi permodalan yang tidak hanya mengandalkan dana desa (APBDes), tetapi juga partisipasi aktif masyarakat sekitar.

“BUMDes Panggung Lestari memberikan gambaran nyata tentang bagaimana usaha desa dapat tumbuh secara mandiri dengan sistem manajemen yang tertata.

Ini bisa jadi contoh baik untuk kita tiru,” ujar Fariz, Minggu (20/7/2025).

Kemudian perjalananan dilanjutkan ke Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Rohani Farm, yang dikenal dengan penerapan sistem pertanian terpadu.

Dalam sistem ini, kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan dikelola secara sinergis, memanfaatkan limbah dari satu sektor untuk mendukung sektor lainnya.

“Tidak ada yang terbuang. Limbah peternakan bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, begitu pula limbah perikanan. Semua saling mendukung untuk efisiensi maksimal,” tambah Fariz.

Baca Juga :  Gubernur Jawa Timur Hapus Batas Usia Kerja: Masyarakat Sumenep Sambut Antusias

Direktur BUMDes Sataretan dari Desa Soddara, Akhmad Suhalis, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pengalaman studi banding ini.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan relevan dengan tantangan yang dihadapi BUMDes di daerahnya.

Terutama, konsep pertanian terpadu dianggap sebagai strategi yang menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan desa.

“Konsep pertanian terpadu ini sangat cocok untuk diterapkan di desa. Selain efisien, juga ramah lingkungan karena tidak ada limbah yang terbuang,” ungkap Suhalis.

Ia menambahkan bahwa implementasi konsep ini sangat memungkinkan dalam waktu dekat.

Hal tersebut seiring dengan adanya dukungan dana dari program ketahanan pangan nasional yang sudah diterima sebagian besar BUMDes di wilayah Pasongsongan.

“Dengan adanya dana yang telah dikucurkan, kami optimistis pertanian terpadu ini bisa segera dijalankan. Tinggal bagaimana kami mengaplikasikannya sesuai dengan kondisi desa masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Sales Promotor Kredivo Group Yogyakarta Tahun 2025 (Resmi)

Melalui kegiatan studi banding ini, para pengelola BUMDes diharapkan mampu menerapkan inovasi yang telah dipelajari untuk meningkatkan produktivitas usaha desa.

Tak hanya memperkuat sektor ekonomi lokal, kegiatan ini juga membuka jalan bagi kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat desa.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru