Bupati Kediri Salurkan Bantuan Benih untuk Petani Terdampak Banjir, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 9 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri menunjukkan komitmen nyata dalam membantu petani yang lahannya terdampak banjir dengan menyalurkan bantuan benih pertanian di empat titik wilayah.

Bantuan ini secara simbolis diserahkan pada Selasa (8/7/2025), sebagai bagian dari langkah cepat Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, dalam merespons kondisi darurat yang dihadapi petani.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, menyampaikan bahwa program ini difokuskan untuk mengurangi beban petani yang lahannya mengalami kerusakan akibat genangan air.

Ia menjelaskan bahwa alokasi benih disesuaikan berdasarkan kebutuhan petani di masing-masing desa, termasuk apakah untuk musim tanam padi atau jagung.

Empat desa menjadi prioritas dalam pendistribusian bantuan kali ini.

Baca Juga :  Cek Penerima Bansos BPNT 2025 Lewat HP, Begini Langkah Mudahnya

Untuk Desa Cerme di Kecamatan Grogol mendapatkan benih jagung sebanyak 350 kilogram untuk membantu upaya pemulihan lahan seluas 10 hektare.

Lalu Desa Datengan yang juga berada di Kecamatan Grogol menerima bantuan benih padi dengan jumlah yang sama, yakni 350 kilogram untuk area 10 hektare.

Sementara itu Desa Merjoyo di Kecamatan Purwoasri mendapatkan bantuan benih padi dengan jumlah lebih besar, melebihi 1.000 kilogram, untuk mendukung pemulihan lahan pertanian seluas 30 hektare.

Desa Purwotengah, Kecamatan Papar, bantuan benih jagung hampir mencapai 200 kilogram yang disalurkan setelah lahan seluas 10 hektare mengalami gagal panen.

Sukadi menegaskan bahwa seluruh bantuan ini tetap mempertahankan varietas tanaman yang biasa digunakan petani.

Hal ini sesuai arahan Mas Dhito, agar bantuan bisa langsung dimanfaatkan tanpa memerlukan adaptasi baru.

Baca Juga :  Upaya Bank Indonesia Kendalikan Inflasi, Masyarakat Diajak Bijak Berbelanja

Selain itu, langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2025 diprediksi akan menjadi periode musim kemarau basah.

Kondisi tersebut diperkirakan memengaruhi banyak wilayah dataran rendah di Kediri, dengan risiko lahan pertanian tergenang air semakin tinggi.

Situasi ini telah terbukti berdampak pada produktivitas, bahkan menyebabkan gagal panen di sejumlah titik.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Papar, Ari Setiawan, menjelaskan lahan pertanian di Desa Purwotengah sempat terendam air selama beberapa hari akibat intensitas hujan yang tinggi dan kurang memadainya saluran pembuangan air.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar tanaman padi tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga :  Bulog Jatim Sumbang 23 Persen Stok Nasional: Penyerapan Gabah Tertinggi dalam 10 Tahun

Ia berharap upaya cepat ini bisa menjaga stabilitas produktivitas pertanian di Kediri yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.

Kabupaten ini memiliki 344 desa dengan kontribusi signifikan terhadap suplai beras dan jagung di tingkat provinsi.

Selain bantuan benih, Pemkab Kediri juga memberikan dukungan berupa penyemprotan pupuk mikro menggunakan teknologi drone di Desa Merjoyo, Kecamatan Purwoasri.

Langkah ini ditujukan untuk memulihkan tanaman yang sempat terendam banjir pada akhir Mei 2025 dan mengembalikan kesehatan tanaman secara lebih cepat dan merata.

Melalui berbagai bantuan ini, pemerintah daerah berharap petani dapat segera bangkit dan mempertahankan aktivitas pertanian, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penyebab Pengajuan KUR BRI Ditolak: Kenali Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya
Penyebab Nama Tidak Masuk Daftar Penerima BLT Kesra: Kenali Faktor dan Solusinya
Jombang Fokus Optimalisasi DBHCHT 2026 di Tengah Penurunan Anggaran, Bupati Tekankan Program Tepat Sasaran
DLH Jombang Perkuat Jejaring Bank Sampah, Gandeng PKK untuk Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Desa
DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produksi Padi Lewat Metode SRI di Desa Baraji
Strategi Ampuh Lolos SKB 2025: Kuasai Materi, Latihan Praktik, dan Pahami Sistem Penilaian
Strategi Efektif Lolos SKD 2025: Panduan Belajar Terarah untuk Raih Nilai Maksimal
Syarat Lengkap Pengajuan KUR BRI 2025 untuk Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Berita Terkait

Sunday, 30 November 2025 - 10:00 WIB

Penyebab Pengajuan KUR BRI Ditolak: Kenali Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

Sunday, 30 November 2025 - 08:05 WIB

Penyebab Nama Tidak Masuk Daftar Penerima BLT Kesra: Kenali Faktor dan Solusinya

Saturday, 29 November 2025 - 20:00 WIB

Jombang Fokus Optimalisasi DBHCHT 2026 di Tengah Penurunan Anggaran, Bupati Tekankan Program Tepat Sasaran

Saturday, 29 November 2025 - 19:30 WIB

DLH Jombang Perkuat Jejaring Bank Sampah, Gandeng PKK untuk Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Desa

Saturday, 29 November 2025 - 16:00 WIB

Strategi Ampuh Lolos SKB 2025: Kuasai Materi, Latihan Praktik, dan Pahami Sistem Penilaian

Berita Terbaru