Pemkab Ponorogo Gencarkan Penyemprotan Massal Cegah Serangan Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 15 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan hama wereng batang coklat yang semakin meluas dan menyerang tanaman padi milik banyak petani.

Langkah penanganan ini dibahas dalam rembug bersama perwakilan petani yang berlangsung di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo pada Selasa (15/7/2025).

Suprianto, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, ,

menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyemprotan pestisida serentak di lahan-lahan yang teridentifikasi terserang hama wereng.

Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dihimpun sampai tanggal 12 Juli 2025, total luasan sawah terdampak mencapai 112,42 hektare.

Dari angka itu, sekitar 95,66 hektare masuk dalam kategori serangan ringan, sementara 9,96 hektare tergolong sedang, 7,15 hektare masuk kategori berat, dan sekitar 4,15 hektare mengalami puso atau gagal panen.

Baca Juga :  APBD Jatim 2026 Disepakati: Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Sosial di Tengah Penurunan Pendapatan

Selain itu, luas lahan yang dinyatakan dalam kondisi waspada tercatat mencapai 875 hektare.

Suprianto menjelaskan bahwa prioritas penanganan difokuskan pada area yang paling rawan.

Dirinya menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 320 liter pestisida yang bisa digunakan untuk penyemprotan massal.

Dengan asumsi penggunaan 1,5 liter pestisida per hektare, maka stok pestisida ini diperkirakan mampu menjangkau sekitar 200 hektare lahan sawah.

Menurut keterangan Suprianto, serangan hama wereng batang coklat untuk saat ini sudah menyebar di 45 desa di 12 kecamatan wilayah Ponorogo.

Oleh karena itu, penyemprotan dilakukan secara masif dengan menggunakan peralatan hand sprayer agar penanganan lebih efektif dan cepat.

Ia juga menyampaikan bahwa penanganan prioritas sementara ini diarahkan pada lahan-lahan yang statusnya sudah masuk kategori waspada,

Baca Juga :  Nasi Cokot, Menu Praktis untuk Berbuka dan Sahur di Ponorogo

sedangkan sebagian lahan yang luasnya mencapai 232 hektare sebelumnya sudah mendapatkan penyemprotan secara sporadis pada titik-titik tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, Suprianto juga menjelaskan bahwa tidak seluruh petani yang lahannya mengalami puso otomatis mendapatkan klaim asuransi pertanian.

Dinas terkait saat ini masih melakukan pendataan secara detail terhadap area sawah yang gagal panen sekaligus melakukan verifikasi data petani.

Langkah ini diperlukan untuk memastikan apakah para petani tersebut terdaftar sebagai peserta asuransi pertanian atau tidak.

Suprianto menekankan bahwa program asuransi memang tersedia bagi petani, namun realisasinya harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Oleh sebab itu, proses verifikasi dilakukan berdasarkan data by name by address agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyaluran klaim.

Baca Juga :  Bulog Ponorogo Genjot Penyerapan Jagung, Target 26.500 Ton Dikejar Hingga Akhir 2025

Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap penyemprotan pestisida secara massal ini dapat mengendalikan populasi wereng batang coklat sebelum meluas lebih jauh dan menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi petani.

Selain langkah penyemprotan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada kelompok tani mengenai langkah-langkah pengendalian hama secara terpadu serta penggunaan pestisida secara bijak agar tidak merusak ekosistem sekitar.

Langkah cepat dan sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan berbagai pihak diharapkan bisa meminimalkan dampak serangan wereng dan menjaga keberlangsungan panen padi di Ponorogo.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru