APBD Jawa Timur 2026: Pendidikan Jadi Prioritas dengan Anggaran Rp9,7 Triliun

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 17 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk tahun anggaran 2026.

Dalam rancangan tersebut, total belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp29,26 triliun, sementara pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp28,26 triliun.

Angka ini menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2025.

M. Yasin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, menyebutkan bahwa selisih antara pendapatan dan belanja akan ditutup melalui pembiayaan daerah.

Skema tersebut diharapkan bisa menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sekitar Rp994,02 miliar.

Dengan demikian, struktur anggaran tetap terjaga dan berbagai program pembangunan bisa berjalan sesuai rencana.

Dari keseluruhan alokasi anggaran, sektor pendidikan memperoleh porsi terbesar, yakni mencapai Rp9,7 triliun atau sekitar 33 persen dari total belanja daerah.

Baca Juga :  AHY Dorong Masyarakat Miliki Sertifikat Tanah: Kunci Kemajuan Ekonomi dan Perlindungan Hukum

Persentase tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 32 persen.

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa komitmen terhadap pembangunan pendidikan tetap menjadi prioritas utama, mengingat sektor ini menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga mendapatkan perhatian serius dengan alokasi sebesar Rp5,8 triliun.

Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, meningkatkan fasilitas, serta mendukung program-program strategis di bidang kesehatan.

Sementara itu, belanja di bidang sosial dialokasikan Rp2,3 triliun, yang mencakup berbagai program perlindungan dan kesejahteraan masyarakat rentan.

Tidak hanya itu, belanja untuk pemerintahan ditetapkan sebesar Rp7,7 triliun, sedangkan infrastruktur memperoleh porsi Rp2,1 triliun.

Baca Juga :  306 Kopdes Merah Putih Resmi Berdiri di Jombang, Siap Dorong Ekonomi Desa Lewat Unit Usaha Produktif

Infrastruktur dinilai penting untuk mendukung mobilitas, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan daya saing daerah.

Adapun sektor ekonomi mendapat alokasi Rp1,5 triliun, yang diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan usaha kecil, menengah, hingga pengembangan investasi.

Rincian tersebut menjadi acuan dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur 2026.

Saat ini, pembahasan masih berlangsung antara pihak eksekutif dan legislatif sebelum nantinya disahkan.

Pemerintah provinsi berharap agar struktur anggaran ini tidak hanya mampu menjawab kebutuhan pembangunan, tetapi juga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan prioritas pada pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur, dan ekonomi, APBD Jawa Timur 2026 diharapkan dapat menjadi instrumen fiskal yang efektif untuk mendorong pertumbuhan daerah.

Baca Juga :  Jadwal PKH Tahap 4 Tahun 2025: Periode, Mekanisme Penyaluran, dan Cara Memantau Pencairan

Selain itu, dukungan pembiayaan melalui SILPA juga dipandang sebagai solusi strategis dalam menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan berbagai program pembangunan tetap terlaksana dengan baik.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru