BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perlindungan Pekerja Non-Formal di Bangkalan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 25 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kesadaran publik mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai masih rendah, terutama di kalangan pekerja non-formal.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, M. Zuhri Bahri, saat meluncurkan bukunya berjudul “Melindungi Pekerja Sepanjang Hayat” di Pendopo Agung Bangkalan, Senin (25/8/2025).

Menurut Zuhri, kelompok pekerja non-formal seperti petani, nelayan, pedagang kecil, hingga pekerja mandiri sebenarnya merupakan mayoritas dalam struktur ketenagakerjaan nasional.

Namun, tingkat kepesertaan mereka dalam program BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 15 persen, angka yang tergolong masih minim.

Ia menekankan bahwa kehadiran negara akan benar-benar dirasakan masyarakat jika seluruh pekerja bisa mendapatkan perlindungan sosial yang layak melalui pemerintah daerah.

Baca Juga :  AMDK Purnama Mdr Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mandiri Sumenep

Kabupaten Bangkalan disebut memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan cakupan perlindungan tenaga kerja yang lebih luas.

Target besar yang ingin dicapai adalah universal coverage dalam lima tahun ke depan.

Namun, Zuhri mengingatkan bahwa pencapaian tersebut hanya bisa diraih bila ada sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, media, akademisi, hingga dunia usaha.

Tanpa dorongan kesadaran publik dan dukungan kebijakan, jaminan sosial hanya akan berhenti sebatas wacana.

Buku yang ia terbitkan diharapkan dapat menjadi sarana advokasi sekaligus membangun gerakan sosial agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan pekerja, khususnya kelompok rentan.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal.

Baca Juga :  Total Bantuan Sosial 2025 Capai Rp110,7 Triliun, Kemensos Fokus Salurkan BLTS dan Program Perlindungan Ekonomi Rakyat

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 28 ribu pekerja informal telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, meningkat dari 18 ribu pekerja pada tahun sebelumnya.

Kelompok pekerja yang mendapatkan perlindungan antara lain petani, nelayan, pekebun, hingga kader desa.

Program ini sebagian besar didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT), sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pekerja tanpa penghasilan tetap.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Indriyatno, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menegaskan bahwa tercatatnya 28 ribu pekerja informal di Bangkalan ke dalam sistem perlindungan jaminan sosial adalah langkah besar yang patut diapresiasi.

Ke depan, ia optimistis cakupan tersebut akan terus meningkat seiring semakin eratnya kerja sama dengan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Dekopinda Bangkalan Kawal Koperasi Merah Putih untuk Kebangkitan Ekonomi Desa

Harapannya, seluruh pekerja, baik formal maupun non-formal, dapat memperoleh jaminan yang sama demi menciptakan keadilan sosial.

Upaya memperluas perlindungan bagi pekerja non-formal menjadi bukti nyata bahwa jaminan sosial bukan hanya milik mereka yang bekerja di sektor formal.

Dengan komitmen pemerintah daerah, dukungan BPJS Ketenagakerjaan, serta keterlibatan masyarakat luas, visi untuk mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja di Indonesia diyakini semakin dekat.

Bangkalan kini menjadi contoh daerah yang serius melangkah menuju perlindungan tenaga kerja yang inklusif, sekaligus memperkuat peran jaminan sosial sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026
Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat
Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Jatim Turunkan 54 Posko THR dan Siaga Cegah PHK
Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH
PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Berita Terkait

Wednesday, 25 February 2026 - 18:45 WIB

Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 18:41 WIB

Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat

Wednesday, 25 February 2026 - 18:37 WIB

Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Jatim Turunkan 54 Posko THR dan Siaga Cegah PHK

Wednesday, 25 February 2026 - 18:31 WIB

Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Berita Terbaru

Ciptakan Ramadhan berkesan dengan microphone SHORUSH. Cocok untuk tadarus, tarawih, dan kajian, lengkap promo diskon & gratis ongkir.

Berita

Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH

Wednesday, 25 Feb 2026 - 18:31 WIB