Kota Batu Perkuat Ekonomi Melalui Hortikultura dan Agrowisata

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 25 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kota Batu menempatkan sektor hortikultura dan agrowisata sebagai penopang utama pembangunan ekonomi daerah.

Pandangan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dalam kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) yang diikuti oleh 178 mahasiswa baru program magister dan doktor di Gedung Widyaloka, Kota Malang, Senin (25/8/2025).

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Kota Batu selama ini dikenal luas sebagai daerah wisata sekaligus sentra hortikultura.

Beberapa komoditas unggulan bahkan menorehkan capaian yang signifikan di tingkat nasional maupun internasional.

Data terbaru menunjukkan bahwa Kota Batu berhasil memproduksi jeruk siam hingga 33.711 ton per tahun, menempatkannya sebagai produsen terbesar kedua di Jawa Timur.

Baca Juga :  Batu Ekonomis Park: Destinasi Wisata Terjangkau yang Hadir dengan Konsep Baru

Selain itu, komoditas mawar juga menjadi primadona dengan produksi mencapai 81,7 juta tangkai per tahun, menjadikan Kota Batu sebagai penghasil mawar terbesar di Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadikan Batu sebagai pemain penting dalam rantai pasok nasional sekaligus membuka peluang besar di pasar ekspor.

Nurochman menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian tidak bisa dilepaskan dari peran kelembagaan.

Kota Batu telah menginisiasi skema Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (CooSAE) yang berfungsi sebagai aggregator ekspor.

Skema ini bahkan telah berjalan lebih awal sebelum pemerintah pusat meluncurkan program Koperasi Merah Putih.

Melalui kerja sama petani, koperasi, dan pemerintah daerah, sejumlah komoditas seperti kentang, wortel, jambu kristal, serta alpukat Hass kini berhasil dipasarkan hingga mancanegara.

Baca Juga :  Penetapan Titik Impas Tembakau 2025, Kapolres Sumenep Tekankan Sinergi untuk Stabilitas Ekonomi Petani

Hal ini membuktikan bahwa kolaborasi multi pihak mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Keberhasilan strategi pembangunan di sektor pertanian dan pariwisata turut tercermin pada indikator kesejahteraan masyarakat.

Tingkat kemiskinan di Kota Batu pada tahun 2024 tercatat turun menjadi 3,06%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur (4,19%) maupun nasional (4,91%).

Selain itu, angka pengangguran juga berhasil ditekan hingga 3,63%, menunjukkan bahwa strategi pengembangan sektor unggulan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dalam sesi dialog bersama mahasiswa, Wali Kota Batu menegaskan bahwa transformasi pertanian tidak lepas dari peran inovasi.

Pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan 17 perguruan tinggi di Jawa Timur untuk mengembangkan riset serta penerapan teknologi pertanian.

Baca Juga :  Pemkot Batu Dorong Penguatan Koperasi untuk Kemandirian Ekonomi Daerah

Ia menekankan bahwa peluang kolaborasi selalu terbuka lebar, termasuk bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Kota Batu.

Wali Kota Batu menilai bahwa kombinasi pertanian tangguh dan pariwisata bernilai tambah menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

Strategi tersebut diyakini mampu mengurangi angka kemiskinan, menekan pengangguran, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat global.

Dengan fondasi hortikultura, dukungan agrowisata, dan sinergi dengan perguruan tinggi, Kota Batu diproyeksikan semakin solid sebagai pusat pertanian sekaligus destinasi wisata yang berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru