Banyuwangi Sukses Tekan Angka Kemiskinan Lewat Pengendalian Inflasi dan Program Terukur

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi mendapat sorotan positif dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi.

Kepala BPS Banyuwangi, Hermanto, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama keberhasilan tersebut adalah kemampuan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi.

Menurut Hermanto, keberhasilan pengendalian harga kebutuhan pokok membuat daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kondisi ini tidak hanya mencegah kelompok rentan jatuh ke bawah garis kemiskinan, tetapi juga memberi peluang bagi keluarga miskin untuk meningkatkan taraf hidup.

Dengan kata lain, inflasi yang stabil menjadi kunci utama dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Hermanto menekankan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor.

Dukungan kebijakan pemerintah daerah, kerja sama antar-instansi, serta partisipasi aktif masyarakat membentuk sinergi yang kuat dalam menjaga perekonomian lokal.

Baca Juga :  Pemkab Lamongan Serahkan SK kepada 231 P3K Paruh Waktu, Layanan Publik Siap Terdongkrak pada 2026

Ia menjelaskan, berbagai program penanganan kemiskinan yang digagas Pemkab Banyuwangi terbukti efektif.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya berupa bantuan langsung, tetapi juga program pemberdayaan ekonomi yang memberi dampak jangka panjang.

“Kolaborasi berbagai pihak berhasil menjaga inflasi dan memperkuat daya tahan ekonomi keluarga,” ujarnya dalam keterangannya.

Salah satu poin penting yang diangkat BPS adalah konsistensi pemerintah daerah.

Program penanggulangan kemiskinan di Banyuwangi dinilai tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar dilaksanakan dengan perencanaan terukur.

Mulai dari pemberian bantuan sosial, penguatan UMKM, hingga pembinaan petani dan nelayan, semuanya diarahkan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan.

Hasilnya dapat dilihat melalui tren penurunan kemiskinan yang stabil setiap tahun.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Anjlok Drastis di Banyuwangi, Pedagang Kurangi Stok untuk Tekan Kerugian

Hermanto menyebutkan bahwa strategi Banyuwangi ini menjadi bukti nyata bagaimana keberlanjutan program lebih penting daripada sekadar peluncuran proyek baru.

“Kebijakan yang konsisten memungkinkan dampak positif terasa langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Keberhasilan Banyuwangi menekan angka kemiskinan tidak hanya tampak dari data statistik, tetapi juga dari kondisi riil di masyarakat.

Banyak warga mengaku terbantu dengan berbagai program pemerintah, mulai dari subsidi pendidikan, akses layanan kesehatan, hingga dukungan modal usaha kecil.

Selain itu, kemampuan pemerintah daerah menjaga harga barang-barang kebutuhan pokok tetap stabil membuat keluarga miskin lebih mudah mengatur keuangan.

Dampak lanjutan dari kondisi ini adalah meningkatnya rasa optimisme masyarakat dalam menjalani aktivitas ekonomi sehari-hari.

Baca Juga :  7 Peluang Usaha Rumahan di Banyuwangi yang Menguntungkan dan Layak Dicoba

Penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi menjadi cerminan bahwa pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan konsisten mampu menghadirkan perubahan nyata.

Langkah menjaga inflasi tetap terkendali terbukti tidak hanya menjadi strategi ekonomi, tetapi juga instrumen penting dalam melindungi masyarakat dari kerentanan sosial.

Ke depan, tantangan Banyuwangi adalah mempertahankan tren positif ini sambil memperluas cakupan program pemberdayaan ekonomi.

Dengan terus menjaga keseimbangan antara kebijakan pengendalian inflasi dan program pengentasan kemiskinan, Banyuwangi diyakini bisa melangkah lebih cepat menuju daerah yang lebih sejahtera dan inklusif.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru