Petani Jember Selatan Hadapi Serangan Hama Ulat Frugiperda pada Tanaman Jagung

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Para petani jagung di kawasan Jember Selatan, khususnya Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, kini tengah menghadapi tantangan serius.

Tanaman jagung mereka diserang hama ulat frugiperda yang semakin masif.

Kondisi ini membuat sebagian petani merasa kewalahan karena serangan ulat tersebut berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan.

Salah seorang petani, Kuseno, menyampaikan bahwa serangan ulat semakin meresahkan.

Menurut pengamatannya, hama ini memiliki kebiasaan menyerang bagian daun muda jagung yang masih menggulung.

Pada bagian tersebut, larva bisa bersembunyi sekaligus mendapatkan makanan yang empuk.

Kuseno menambahkan, gejala khas dari serangan ulat frugiperda terlihat jelas pada daun jagung.

Daun yang dimakan larva akan tetap tumbuh, namun meninggalkan lubang-lubang kecil.

Baca Juga :  Ramadan, Momen Emas bagi Pengusaha Reparasi Sofa di Sumenep

Pola tersebut menjadi ciri khusus yang menandakan adanya hama pada tanaman jagung.

Tidak hanya daun, ulat juga bisa menyerang tongkol jagung ketika populasinya sangat tinggi.

Serangan langsung pada tongkol tentu sangat berbahaya karena berpotensi merusak hasil panen.

Meski demikian, perilaku makan ulat lebih sering ditemukan pada daun muda yang menggulung dibandingkan bagian lainnya.

Salah satu alasan hama ini sulit dikendalikan adalah kemampuannya berpindah dengan cepat dari satu tanaman inang ke tanaman lainnya.

Berbeda dengan hama lain, frugiperda tidak memiliki sifat diapause atau kemampuan untuk beristirahat dalam kondisi ekstrem.

Hal ini membuat populasinya terus berkembang sepanjang tahun, sehingga risiko serangan lebih besar bagi para petani.

Baca Juga :  KPPN Surabaya II Dorong PNBP dan Realisasi Belanja Negara Awal 2025

Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, para petani terus berusaha melakukan pengendalian secara rutin.

Kuseno menjelaskan bahwa penyemprotan racun hama dilakukan setiap minggu agar ulat benar-benar bisa dikendalikan.

Dengan cara tersebut, diharapkan telur-telur ulat tidak sempat menetas dan populasi bisa ditekan sejak dini.

Selain penyemprotan, pengamatan lapangan juga dilakukan secara berkala. Petani berupaya mengenali tanda-tanda awal serangan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Cara ini menjadi strategi penting agar ulat tidak menyebar ke seluruh lahan dan menimbulkan kerusakan lebih luas.

Jagung menjadi salah satu komoditas unggulan di Jember, sehingga serangan hama seperti ini bisa mengancam pendapatan petani sekaligus ketersediaan pangan.

Oleh karena itu, tindakan pengendalian yang cepat dan tepat menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga.

Baca Juga :  Sukses Beternak Ayam Petelur dari Pekarangan Rumah, Kepala Desa Ini Hasilkan 500 Kg Telur Per Hari

Para petani berharap dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat diberikan, baik dalam bentuk penyuluhan, penyediaan pestisida ramah lingkungan, maupun strategi jangka panjang untuk menekan penyebaran hama.

Dengan sinergi bersama, hasil panen jagung diharapkan tetap maksimal meskipun serangan hama terus mengintai.

Serangan hama ulat frugiperda di Jember Selatan menjadi peringatan bagi petani untuk selalu waspada dan rutin melakukan pengamatan.

Penyemprotan berkala terbukti menjadi salah satu cara efektif untuk menekan populasi hama.

Meski tantangan ini cukup berat, upaya kolektif dari petani dan dukungan pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas hasil panen jagung di wilayah tersebut.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru