Batik Sambiloto Bojonegoro: Dari Halaman Rumah Desa Sambiroto Menembus Pasar Dunia

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 25 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Di sebuah rumah sederhana di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, aktivitas unik tampak menghiasi halaman setiap harinya.

Sejumlah ibu-ibu desa duduk berjejer, dengan canting di tangan dan kain putih panjang di pangkuan mereka.

Di tengah aroma malam panas dan warna-warna yang menyala, karya seni khas daerah lahir dengan penuh ketelatenan.

Karya itu dikenal dengan nama Batik Sambiloto, sebuah produk lokal Bojonegoro yang kini telah menembus pasar hingga luar negeri.

Batik Sambiloto berawal dari semangat pemberdayaan masyarakat desa.

Dengan peralatan sederhana seperti ember berisi malam, meja kayu, serta pewarna alami, para perajin mampu menghasilkan karya yang bernilai tinggi.

Meskipun diproduksi di lingkungan perdesaan, kualitas batik ini tak kalah dengan batik dari daerah lain yang lebih dulu terkenal.

Baca Juga :  Peran Strategis UMKM Perempuan di Daerah: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Tatik, Ketua Kelompok Batik Sambiloto, menceritakan bahwa kegiatan membatik di rumahnya bermula dari keinginan untuk memberdayakan para ibu rumah tangga agar lebih produktif di waktu luang.

Ia mengatakan, pada awalnya kegiatan tersebut hanya dilakukan untuk mengisi waktu senggang, namun sambutan masyarakat membuatnya berkembang pesat.

Permintaan terhadap batik ini terus meningkat, bahkan pernah mencapai pasar internasional hingga ke negara Aljazair.

Inspirasi utama Batik Sambiloto berasal dari tanaman sambiloto, tumbuhan herbal yang mudah tumbuh di sekitar desa dan dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan.

Tatik menuturkan bahwa awalnya mereka berencana menggunakan nama “Batik Sambiroto” sesuai dengan nama desa.

Namun karena nama tersebut sudah terdaftar lebih dulu, mereka menggantinya menjadi “Batik Sambiloto”.

Meski berbeda nama, makna dan identitas lokal yang diangkat tetap sama, yakni menggambarkan kekayaan alam dan budaya desa Sambiroto.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Pertahankan Jumlah Penerima BLT Tembakau Meski DBHCHT Turun

Hingga kini, kelompok Batik Sambiloto telah mengembangkan sekitar lima motif utama dan tujuh motif kombinasi yang memadukan unsur khas Bojonegoro.

Upaya pendaftaran hak paten terhadap motif-motif tersebut dilakukan dengan dukungan dari Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro.

Langkah ini menjadi bentuk perlindungan hukum bagi para perajin agar karya mereka tidak mudah ditiru serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Tatik menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah yang turut membantu proses legalitas batik mereka.

Menurutnya, dengan adanya perlindungan hak cipta, semangat para perajin meningkat dan kepercayaan pembeli pun bertambah.

Ia berharap, perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap produk lokal seperti Batik Sambiloto terus berlanjut agar semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga :  Strategi Efektif Lolos SKD 2025: Panduan Belajar Terarah untuk Raih Nilai Maksimal

Saat ini, kelompok batik yang dipimpinnya memiliki lebih dari 20 anggota, dengan sekitar 11 orang aktif membatik setiap hari.

Selain menjual langsung ke pembeli, mereka juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Melalui promosi digital, Batik Sambiloto perlahan dikenal masyarakat di luar Bojonegoro dan mulai dilibatkan dalam berbagai kegiatan pameran daerah.

Tatik berharap Batik Sambiloto dapat menjadi ikon Bojonegoro yang membanggakan serta menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan potensi lokal.

Dari tangan-tangan terampil para ibu rumah tangga di Desa Sambiroto, lahirlah karya seni yang tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga mengharumkan nama daerah di kancah global.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru