Budidaya Pepaya California, Cara Cerdas Tambah Penghasilan dari Pekarangan Rumah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 4 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Budidaya pepaya California kini semakin diminati masyarakat karena dianggap mampu memberikan keuntungan ekonomi dengan cara yang sederhana.

Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, usaha ini juga dapat dilakukan di lahan terbatas seperti pekarangan rumah.

Jenis pepaya ini dikenal dengan cita rasa manis, ukuran sedang, serta daya tahan yang lebih lama dibandingkan pepaya lokal.

Tak heran, permintaan pasar terhadap pepaya California terus meningkat, baik di pasar tradisional maupun e-commerce.

Berdasarkan pantauan harga di berbagai platform per Oktober 2025, pepaya California dijual dengan kisaran harga Rp14.000 hingga Rp30.000 per buah, tergantung pada ukuran dan kualitasnya.

Lonjakan harga ini menjadi peluang menarik bagi masyarakat yang ingin menambah penghasilan tanpa harus memiliki lahan luas.

Salah satu contoh inspiratif datang dari Yudi (61), warga Desa Parsanga, yang sukses mengubah hobi berkebun menjadi peluang bisnis kecil.

Baca Juga :  Benih Jagung NK Perkasa Sakti Hadir di Kediri, Solusi Tangguh Hadapi Iklim Ekstrem dan Jaga Ketahanan Pangan

Ia mengaku memanfaatkan waktu pensiunnya dengan menanam pepaya California di pekarangan rumah.

Menurutnya, kegiatan ini awalnya hanya untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan kegemaran menanam.

Namun, seiring berjalannya waktu, hasil panen pepaya justru mampu memberikan tambahan pemasukan bagi keluarganya.

Yudi menjelaskan bahwa sejak pertama kali menanam, harga pepaya California terus mengalami kenaikan.

Kondisi ini membuat usahanya semakin menjanjikan dan menjadi sumber pendapatan baru di masa pensiun. “Awalnya hanya untuk mengisi waktu saja, tapi ternyata hasilnya cukup lumayan. Sekarang bisa untuk tambahan uang belanja istri,” ujarnya sambil tersenyum.

Pepaya California termasuk tanaman yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan lahan luas.

Dengan perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama secara sederhana, tanaman ini bisa mulai berbuah dalam waktu 8–10 bulan.

Baca Juga :  Keripik Sukun Khas Sumenep: Camilan Renyah untuk Menemani Ramadan

Selain itu, tingkat produktivitas pepaya California terbilang tinggi.

Dalam satu kali panen, satu pohon dapat menghasilkan beberapa buah dengan kualitas baik.

Hal inilah yang membuat banyak petani dan masyarakat umum mulai tertarik membudidayakannya.

Peluang pasar juga terbuka lebar. Permintaan pepaya California tidak hanya datang dari konsumen rumah tangga, tetapi juga dari pelaku usaha kuliner, hotel, restoran, hingga pengepul buah.

Dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial atau marketplace, petani kecil kini bisa menjangkau pasar lebih luas tanpa harus bergantung pada tengkulak.

Pemerintah daerah dan sejumlah instansi pertanian turut mendorong pengembangan urban farming melalui program pemberdayaan masyarakat.

Tujuannya agar warga mampu memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif yang berkelanjutan, seperti budidaya pepaya California ini.

Baca Juga :  Strategi Jualan Makanan Online 2025: Cara Ampuh Tingkatkan Penjualan

Ke depan, potensi ekspor pepaya California juga terbuka lebar, terutama dengan meningkatnya tren konsumsi buah tropis di pasar internasional.

Jika dibarengi dengan pelatihan pengolahan pasca panen dan pemasaran digital, usaha ini berpotensi menjadi sumber ekonomi kreatif baru bagi masyarakat desa.

Budidaya pepaya California membuktikan bahwa peluang bisnis tidak harus dimulai dari modal besar.

Dengan lahan kecil dan ketekunan, siapa pun bisa menjadikannya sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Seperti Yudi, banyak masyarakat kini mulai melirik potensi pepaya California sebagai komoditas unggulan rumah tangga yang bernilai tinggi dan mudah dikelola.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru