Bulan Batik Malang 2025: Wujud Apresiasi dan Kebanggaan Atas Warisan Budaya Lokal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 20 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kota Malang kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu daerah penghasil batik khas di Indonesia.

Melalui Festival Batik Kota Malang 2025, deretan karya batik dari berbagai perajin lokal, termasuk yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM), turut memeriahkan perayaan tersebut.

Acara yang diinisiasi oleh Smesco Indonesia bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindagkop) Kota Malang ini resmi dibuka oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Batik Nasional 2025.

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa Kota Malang dipilih menjadi tuan rumah karena dianggap memiliki kekhasan tersendiri dalam dunia batik.

Motif dan corak batik Malang dinilai berbeda dari daerah lain, sehingga layak menjadi inspirasi nasional.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Turun, Pengiriman ke Kalimantan Libur Jadi Faktor Utama

“Dalam rangka Hari Batik Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM, Kota Malang dipercaya menjadi kota pertama untuk menggelar pameran batik. Ini bentuk apresiasi karena batik Malang memiliki karakter dan keunikan yang kuat,” ujarnya pada pembukaan festival, Jumat (17/10/2025).

Festival Batik Kota Malang 2025 tidak hanya menampilkan pameran kain batik, tetapi juga berbagai kegiatan kreatif seperti lomba mewarnai batik (coloring batik), panggung seni budaya, hingga festival tari kreasi bernuansa batik.

Sebagai puncak acara, pada 26 Oktober 2025 akan digelar Festival Batik Kedungkandang.

Acara tersebut mencakup peluncuran Sentra Batik Sawojajar dan Arjowinangun, peresmian motif tumpal untuk sambur tari karya APBKM, serta fashion show dan pameran UMKM dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kedungkandang.

Baca Juga :  KUR BRI 2025 untuk UMKM Pemula, Peluang Modal Usaha dengan Bunga Ringan dan Syarat Mudah

Rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan dengan talkshow bersama anggota DPRD setempat, hiburan rakyat, dan pertunjukan seni tradisional.

Semua kegiatan dirancang untuk memperkuat posisi batik Malang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakatnya.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM), Ki Demang (Isa Wahyudi), menyatakan rasa bangga atas pengakuan yang semakin besar terhadap karya batik Malang.

Ia menuturkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, APBKM berhasil menaungi lebih dari 90 perajin batik yang tersebar di berbagai kelurahan.

“Sejak berdirinya APBKM pada Oktober 2022, kami terus melakukan berbagai inovasi seperti workshop, pelatihan, pameran, dan festival batik. Semua kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan komunitas serta perajin lainnya di Kota Malang,” jelasnya saat dikonfirmasi Minggu (19/10/2025).

Baca Juga :  Cara Cek Penerima Bansos PKH-BPNT Oktober 2025 Lewat Situs Resmi cekbansos.kemensos.go.id

Ki Demang juga menyoroti pencapaian APBKM yang kini memiliki tiga rintisan sentra batik baru di wilayah Bunulrejo, Sawojajar, dan Sukun, lengkap dengan karya-karya bermotif tradisional khas Malangan.

Melalui Bulan Batik Malang 2025, pemerintah daerah berupaya memperkuat posisi batik sebagai warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor kerajinan.

Wali Kota Wahyu Hidayat menegaskan bahwa dukungan terhadap perajin batik tidak hanya dalam bentuk festival, tetapi juga melalui pengembangan sentra produksi dan akses pemasaran yang lebih luas.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku UMKM, batik Malang kini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan lokal, tetapi juga bagian dari gerakan pelestarian budaya nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terkait

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Berita Terbaru