Harga Cabai di Kediri Turun, Pengiriman ke Kalimantan Libur Jadi Faktor Utama

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Harga cabai rawit merah (CRM) di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, Kamis (18/9/2025), dilaporkan mengalami penurunan.

Berdasarkan data dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri, varietas Brengos 99 yang sebelumnya dijual Rp30.000 per kilogram turun Rp2.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Penurunan serupa terjadi pada varietas Asmoro 043, yang dari Rp28.000 kini menjadi Rp26.000 per kilogram. Sementara varietas Prentol/Tumi 99 turun Rp1.000 sehingga berada di harga Rp21.000 per kilogram.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga cabai merah keriting (CMK). Varietas Boos Tavi yang sebelumnya Rp40.000 kini turun Rp3.000 menjadi Rp37.000 per kilogram.

Sedangkan varietas Sibad terkoreksi Rp3.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Induk Pare Naik, Permintaan Meningkat Jadi Pemicu

Ketua APCI Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa penurunan harga cabai rawit dan keriting dipengaruhi oleh liburnya pengiriman ke Kalimantan.

“Harga cabai keriting dan cabai rawit turun karena pengiriman ke Kalimantan sementara libur. Sementara harga cabai merah besar relatif stabil di pasar induk,” ungkapnya.

Harga Cabai Merah Besar Masih Stabil

Berbeda dengan cabai rawit dan keriting, harga cabai merah besar (CMB) masih stabil di pasaran.

Varietas Gada MK tetap berada di Rp32.000 per kilogram, varietas Imola di angka Rp30.000 per kilogram, dan varietas Sandi 08 berada pada Rp29.000 per kilogram.

Stabilitas harga ini dinilai positif karena membantu menjaga keseimbangan pasokan cabai di pasaran.

Distribusi dan Pasokan Cabai

Baca Juga :  Lowongan Kerja Staff Logistik Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Kediri Tahun 2025 (Apply Now)

Data distribusi dari Pasar Induk Pare menunjukkan, pengiriman cabai rawit merah ke wilayah Jabodetabek mencapai 1,5 ton.

Sementara itu, serapan industri untuk cabai merah besar mencapai 4,5 ton, ditambah cabai rawit merah sebanyak 3 ton.

Namun, khusus untuk pengiriman ke Kalimantan, saat ini dihentikan sementara.

Dari sisi pasokan, cabai merah besar masuk ke pasar dari beberapa wilayah utama seperti Kediri, Malang, Blitar, dan Jember dengan total suplai sekitar 8 ton.

Untuk cabai merah keriting, suplai berasal dari wilayah Kediri sebesar 1 ton.

Sedangkan pasokan cabai rawit merah tercatat lebih melimpah, mencapai 14 ton, yang bersumber dari Kediri, Malang, Jombang, serta beberapa daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  DPC Gerindra Kediri Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo soal Penghapusan Utang Petani dan Nelayan

Implikasi bagi Pasar dan Konsumen

Penurunan harga cabai rawit dan keriting ini memberi angin segar bagi konsumen rumah tangga maupun industri kuliner.

Namun, bagi petani, kondisi ini menuntut adanya strategi agar harga tetap stabil meski distribusi ke wilayah tertentu libur.

Stabilnya harga cabai merah besar turut membantu menyeimbangkan kebutuhan pasar, terutama pada periode menjelang akhir tahun yang biasanya diwarnai peningkatan konsumsi.

Dengan pasokan yang relatif aman dan distribusi tetap berjalan ke wilayah utama seperti Jabodetabek, harga cabai di Kediri diharapkan tidak mengalami fluktuasi tajam.

Pemerintah daerah bersama APCI disebut terus memantau perkembangan pasar guna memastikan keseimbangan harga tetap terjaga.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru