Lapas Pasuruan Kembangkan Budidaya Ayam Petelur untuk Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 23 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kemandirian warga binaan.

Salah satu program unggulan yang sedang dijalankan adalah budidaya ayam petelur, sebagai wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Pasuruan, Tri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat untuk memperkuat sektor produktif di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menuturkan bahwa program tersebut bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan agar mampu hidup mandiri setelah bebas.

Tri juga menambahkan bahwa selain budidaya ayam petelur, pihaknya mengembangkan berbagai kegiatan lain seperti pertanian kangkung, budidaya ikan nila, dan ikan lele.

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang agar warga binaan dapat mengenal beragam sektor usaha yang potensial ketika mereka kembali ke masyarakat.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Pengajuan KUR BRI 2025, Ini Dokumen Wajib yang Harus Disiapkan

Dalam pelaksanaan program budidaya ayam petelur ini, sekitar 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dilibatkan secara langsung dalam kegiatan perawatan ayam.

Mereka mendapatkan pelatihan teknis mengenai pengelolaan kandang, pemberian pakan, dan pemeliharaan kesehatan ayam.

Salah satu warga binaan, Toni, menjelaskan bahwa hal terpenting dalam menjaga ayam petelur agar tetap produktif adalah pengaturan pakan yang tepat.

Ia menuturkan bahwa pemberian makan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari, dengan komposisi pakan yang terdiri dari campuran jagung, konsentrat, dan katul.

Toni juga menekankan bahwa kebersihan kandang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ayam.

Ia bersama warga binaan lainnya membersihkan kandang hingga tiga kali sehari — pagi, siang, dan malam — karena kondisi kandang yang bersih dapat mencegah penyakit dan meningkatkan produktivitas ayam.

Baca Juga :  Kadin Sidoarjo 2024–2029 Fokus Kembangkan SDM dan UMKM Berkualitas Menuju Daya Saing Global

Tri menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk telur, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan berwirausaha di kalangan warga binaan.

Melalui kegiatan ini, mereka belajar cara mengelola sumber daya, menghitung biaya produksi, hingga memahami rantai usaha peternakan secara menyeluruh.

Menurutnya, pelatihan semacam ini merupakan bekal penting bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.

Ia menilai bahwa pembinaan berbasis produktivitas mampu membantu mengurangi tingkat residivisme dan menciptakan lapangan usaha baru bagi mantan warga binaan setelah bebas nanti.

Tri juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, agar kegiatan pembinaan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  Hama Wereng Serang Hampir 90 Hektare Sawah di Ponorogo, Puluhan Hektare Terancam Gagal Panen

Upaya yang dilakukan Lapas Pasuruan ini dinilai sebagai langkah progresif dalam dunia pemasyarakatan di Jawa Timur.

Melalui program produktif seperti budidaya ayam petelur dan pertanian, Lapas Pasuruan berhasil mengubah paradigma pembinaan dari sekadar pengawasan menjadi pemberdayaan.

Dengan pendekatan tersebut, pembinaan warga binaan tidak hanya fokus pada aspek moral, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kesejahteraan ekonomi.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan produktif nasional, di mana lembaga pemasyarakatan turut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing setelah kembali ke masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Berita Terbaru