Pemkab Jember Salurkan Insentif untuk 53 Guru Ngaji di Desa Sugerkidul

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 10 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan para pengajar Al-Qur’an di pedesaan.

Hal ini diwujudkan melalui penyaluran honorarium bagi 53 guru ngaji di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, yang berlangsung pada Rabu (8/10/2025) siang di kantor desa setempat.

Penyaluran bantuan tersebut disambut dengan penuh antusias oleh para penerima, terutama guru ngaji yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki penghasilan tetap.

Bagi mereka, bantuan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda di desa.

Kepala Desa Sugerkidul, Ahmad Musemil, menjelaskan bahwa proses pembagian insentif tahun 2025 berlangsung lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah desa, kata Musemil, telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak kecamatan dan bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) Kabupaten Jember agar seluruh penerima mendapatkan haknya dengan tepat waktu dan tanpa hambatan administrasi.

Baca Juga :  Bupati Jember Resmikan Pos Layanan Pekerja Migran Indonesia, Permudah Administrasi PMI

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya kepada Bupati yang telah menginisiasi program tersebut.

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap guru ngaji menjadi bukti bahwa Pemkab Jember tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan pendidikan moral di masyarakat.

Musemil menilai bahwa pemberian insentif ini menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi para pengajar Al-Qur’an yang telah berperan penting dalam membentuk karakter anak-anak di pedesaan.

Sebagian besar penerima insentif di Desa Sugerkidul diketahui berprofesi sebagai petani yang mengajar mengaji di sela waktu luang mereka.

Kondisi tersebut menggambarkan dedikasi tinggi para guru ngaji di desa dalam membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an, meskipun dengan keterbatasan waktu dan fasilitas.

Baca Juga :  Cek Bansos 2025 Lebih Awal, Ini Deretan Manfaat yang Bisa Anda Dapatkan

Musemil berharap agar program ini dapat terus berlanjut setiap tahun, mengingat dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan adanya bantuan rutin, para guru ngaji diharapkan dapat lebih fokus dalam mengajar tanpa harus terlalu terbebani oleh masalah ekonomi.

Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus melakukan pendataan agar semua guru ngaji yang aktif di wilayahnya bisa terakomodasi dalam program insentif pada periode berikutnya.

Program pemberian insentif guru ngaji di Kabupaten Jember menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia berbasis keagamaan.

Para guru ngaji di pedesaan dianggap memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral, akhlak, dan spiritualitas pada generasi muda.

Menurut Musemil, keberadaan guru ngaji menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi pendidikan agama di desa.

Baca Juga :  Cerutu Jember Siap Tembus Pasar Amerika, BIN Cigar Mantapkan Langkah Ekspor Global

Ia menyebutkan bahwa dengan dukungan insentif dari pemerintah, para pengajar Al-Qur’an dapat semakin bersemangat dalam melaksanakan tugasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember berencana untuk terus memperluas jangkauan program ini, agar semakin banyak guru ngaji di wilayah lain yang merasakan manfaatnya.

Harapannya, inisiatif tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pengajar, tetapi juga memperkuat pondasi spiritual masyarakat Jember secara keseluruhan.

Penyaluran honorarium bagi guru ngaji di Desa Sugerkidul mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan keagamaan.

Melalui program ini, Pemkab Jember tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga meneguhkan komitmennya untuk membangun karakter bangsa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di akar rumput.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru