Pemkab Pamekasan Targetkan Serapan Tembakau Capai 29 Ribu Ton pada Akhir Musim Panen 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 6 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menegaskan komitmennya dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani tembakau di wilayahnya.

Pada musim panen tahun 2025, pemerintah daerah menargetkan serapan tembakau mencapai 29.000 ton hingga akhir masa panen pada November mendatang.

Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mencatat bahwa hingga Senin (6 Oktober 2025),

serapan tembakau di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Gerbang Salam tersebut telah mencapai 20.500 ton.

Angka ini menunjukkan bahwa proses penyerapan berjalan cukup baik dan masih terus meningkat seiring berjalannya musim panen.

Kepala Disperindag Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto, menjelaskan bahwa jumlah serapan tersebut berasal dari 51 gudang yang beroperasi di wilayah Pamekasan.

Gudang-gudang tersebut dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan rokok berskala nasional, pelaku usaha lokal, hingga pengusaha perseorangan.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Gelar Sidak Bahan Pokok, Temukan Ketidaksesuaian Takaran Minyak Goreng

Ia menambahkan bahwa harga pembelian tembakau bervariasi tergantung pada kualitas daun yang dihasilkan petani.

Berdasarkan pantauan dinas, kisaran harga berada di antara Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, namun untuk beberapa jenis tembakau dengan mutu lebih rendah, harga bisa berada di bawah kisaran tersebut.

Menurutnya, harga yang fluktuatif ini mencerminkan adanya perbedaan kualitas hasil panen di tiap daerah dan pengaruh kondisi cuaca selama masa tanam.

Pemerintah daerah terus mendorong agar petani dapat menjaga kualitas tembakaunya agar tetap kompetitif di pasar.

Selain fokus pada volume serapan dan harga jual, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas di gudang.

Basri mengungkapkan bahwa tim pengawas dari Disperindag secara rutin memantau proses pengambilan sampel tembakau, penimbangan hasil panen, serta pengaturan waktu operasional gudang.

Baca Juga :  Penataan Pasar Induk Bondowoso: Pedagang Ayam Direlokasi Demi Ketertiban dan Kenyamanan Kota

Langkah ini dilakukan untuk menjamin transparansi dan keadilan dalam transaksi antara petani dan pembeli.

Ia menuturkan bahwa dalam setiap pemeriksaan, petugas memastikan agar pengambilan sampel tidak melebihi satu kilogram, sehingga tidak merugikan pihak petani.

Selain itu, pengawasan terhadap waktu buka dan tutup gudang juga menjadi perhatian, agar seluruh aktivitas tetap berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Basri menyampaikan bahwa sektor tembakau masih menjadi komoditas unggulan Pamekasan, baik dalam kontribusinya terhadap pendapatan daerah maupun penciptaan lapangan kerja.

Ia menilai bahwa capaian serapan hingga awal Oktober menunjukkan tren positif dan menjadi indikator keberhasilan kerja sama antara petani, pemerintah, serta pelaku industri.

Baca Juga :  Manfaat Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Pemerintah daerah juga berencana memperkuat sistem kemitraan antara petani dan perusahaan rokok, agar rantai pasok tembakau semakin efisien dan saling menguntungkan.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkab Pamekasan optimistis target 29.000 ton serapan tembakau dapat tercapai sebelum akhir masa panen tahun ini.

Pemerintah berharap, capaian tersebut tidak hanya meningkatkan daya saing tembakau Pamekasan, tetapi juga memperkuat posisi Madura sebagai salah satu sentra produksi tembakau unggulan di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026
Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat
Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Jatim Turunkan 54 Posko THR dan Siaga Cegah PHK
Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH
PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Berita Terkait

Wednesday, 25 February 2026 - 18:45 WIB

Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 18:41 WIB

Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Turun Jadi Rp85 Ribu/Kg, Pasokan Meningkat

Wednesday, 25 February 2026 - 18:37 WIB

Jelang Lebaran 2026, Disnakertrans Jatim Turunkan 54 Posko THR dan Siaga Cegah PHK

Wednesday, 25 February 2026 - 18:31 WIB

Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Berita Terbaru

Ciptakan Ramadhan berkesan dengan microphone SHORUSH. Cocok untuk tadarus, tarawih, dan kajian, lengkap promo diskon & gratis ongkir.

Berita

Ciptakan Ramadhan Berkesan Dengan SHORUSH

Wednesday, 25 Feb 2026 - 18:31 WIB