Bantuan Tambahan Beras dan Minyak Goreng Subsidi Mulai Disalurkan November 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) tambahan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng bersubsidi 2 liter kepada masyarakat penerima manfaat.

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun 2025 serta mengendalikan inflasi pangan di berbagai daerah.

Program bantuan pangan tersebut dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog dan pemerintah daerah.

Bantuan ini diharapkan mampu membantu keluarga berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga bahan pangan menjelang akhir tahun.

Distribusi Dimulai Awal November 2025

Berdasarkan informasi yang beredar dari sejumlah pemerintah daerah dan kantor cabang Bulog, penyaluran bantuan beras dan minyak goreng bersubsidi dijadwalkan mulai minggu pertama November 2025.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Pamekasan Panen Lele dan Hortikultura dari Pekarangan Asrama

Pelaksanaan distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kesiapan stok dan jadwal logistik di masing-masing wilayah.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan satu paket bantuan yang terdiri atas beras 10 kilogram dan minyak goreng bersubsidi sebanyak 2 liter.

Mekanisme distribusi dilakukan melalui kantor desa, kelurahan, atau titik distribusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah daerah.

Sasaran Penerima Bansos Pangan

Sasaran utama program ini adalah keluarga yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Selain itu, penerima juga mencakup masyarakat yang selama ini telah mendapatkan bantuan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Pemerintah menegaskan bahwa penerima tidak perlu melakukan pendaftaran baru.

Data penerima telah diverifikasi sebelumnya melalui sistem DTKS dan dipadankan dengan data kependudukan nasional untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Merah Turun, Serapan Pasar Jabodetabek Mulai Normal

Tujuan Penyaluran Bantuan

Tujuan utama dari bantuan ini bukan hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah melihat bahwa menjelang akhir tahun, harga bahan pangan strategis seperti beras dan minyak goreng cenderung meningkat.

Melalui program ini, diharapkan tekanan harga dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, bantuan ini juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat kecil di seluruh daerah.

Pemerintah berkomitmen agar penyaluran berjalan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.

Pantauan dan Pelaporan Penyaluran

Setiap daerah diwajibkan melakukan pelaporan penyaluran bansos pangan secara berkala.

Masyarakat pun dapat memantau informasi resmi melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau kanal informasi pemerintah daerah masing-masing.

Baca Juga :  Pasar Rakyat Rongtengah Sampang, Surga Sarapan Murah Meriah saat Musim Mudik

Apabila ada keterlambatan distribusi atau penerima belum mendapatkan bantuan, masyarakat disarankan segera melapor kepada pihak RT/RW, kelurahan, atau pendamping sosial setempat agar segera dilakukan verifikasi.

Harapan Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah berharap program bantuan beras dan minyak goreng bersubsidi ini dapat menjadi solusi nyata dalam meringankan beban pengeluaran keluarga.

Sementara itu, masyarakat penerima di berbagai wilayah menyambut baik kebijakan ini karena dianggap membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog, program ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi jutaan keluarga di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru