Jawa Timur Genjot Inseminasi Buatan 2025 untuk Percepatan Swasembada Daging Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan melalui pelaksanaan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) 2025.

Kegiatan berskala provinsi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di City Forest, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Pada Senin (24/11/2025), seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur turut melaksanakan kegiatan serupa secara serentak sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan populasi sapi.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah melakukan inseminasi buatan perdana pada 38 ekor sapi.

Tindakan simbolis ini menandai dimulainya gerakan massal yang diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan populasi sapi setelah beberapa tahun terakhir terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Baca Juga :  Kerja Bakti di Desa Kertowono: Sinergi Warga dan TNI Normalisasi Irigasi Demi Pertanian dan Cegah Banjir

Melalui program ini, pemerintah berfokus memulihkan sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan di berbagai daerah.

Menurut Gubernur Khofifah, inseminasi buatan atau kawin suntik merupakan langkah strategis yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan angka kelahiran pedet.

Ia menegaskan pentingnya menjalankan gerakan ini secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Dengan percepatan layanan inseminasi buatan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai swasembada daging pada tahun 2029.

Optimisme tersebut lahir dari keberhasilan berbagai program reproduksi ternak yang sudah berjalan bertahun-tahun di Jawa Timur.

Data terbaru mencatat bahwa sepanjang tahun 2025 hingga 24 November, program inseminasi buatan telah menjangkau 1.099.397 ekor sapi.

Capaian ini merupakan kelanjutan dari prestasi tahun sebelumnya, yaitu pada 2024 ketika Jawa Timur mencatat kelahiran pedet sebanyak 1,1 juta ekor, menjadikannya provinsi dengan kontribusi terbesar secara nasional.

Baca Juga :  Jawa Timur Berhasil Tekan Penyebaran PMK dan LSD pada Hewan Kurban, Jelang Idul Adha 2025

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa program berbasis teknologi reproduksi ternak mampu memberikan dampak signifikan terhadap populasi sapi.

Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para dokter hewan, paramedik veteriner, serta 1.417 petugas kawin suntik yang bekerja di lapangan.

Dedikasi mereka menjadi fondasi keberhasilan program peningkatan populasi sapi.

Ia mengingatkan seluruh petugas untuk tetap mewaspadai risiko PMK dan menjaga kesehatan hewan secara ketat agar produktivitas ternak tetap terjaga.

Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan produksi sapi potong dan sapi perah terbesar di Indonesia.

Dengan dukungan sumber daya manusia, fasilitas peternakan, serta komitmen pemerintah yang kuat, provinsi ini siap menjadi motor penggerak menuju Kedaulatan Pangan Nasional.

Baca Juga :  Kadin Sidoarjo 2024–2029 Fokus Kembangkan SDM dan UMKM Berkualitas Menuju Daya Saing Global

Gerakan serentak inseminasi buatan 2025 tidak hanya menjadi momentum pemulihan pascawabah, tetapi juga pijakan penting dalam membangun sistem peternakan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Pemprov Jawa Timur terus mendorong seluruh daerah untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.

Dengan kerja bersama antara pemerintah, tenaga teknis, dan para peternak, target peningkatan populasi sapi diharapkan dapat tercapai, sekaligus membuka jalan menuju swasembada daging yang menjadi cita-cita nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru