UMKMJATIM.COM – Upaya untuk memperkuat ketahanan gula nasional semakin digencarkan di berbagai daerah, salah satunya melalui pengembangan komoditas tebu di Kebun Bayu Kidul, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Kebun, Sunarsis, menyampaikan bahwa pihaknya tengah memprioritaskan peningkatan produktivitas dan kualitas tebu sebagai langkah konkret mendukung program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, ketersediaan pasokan gula dalam negeri akan sangat bergantung pada kemampuan perkebunan tebu meningkatkan hasil panen dan kualitas komoditas yang dihasilkan.
Sunarsis menyebutkan bahwa produktivitas tebu di wilayah tersebut pada periode sebelumnya berada di kisaran 75 ton per hektare.
Angka tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pengelolaan lahan dan budidaya.
Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah perbaikan yang dilakukan di antaranya yaitu memperluas lahan tanam dan menerapkan teknik budidaya yang lebih modern.
Dengan kombinasi upaya tersebut, Kebun Bayu Kidul menargetkan kenaikan signifikan hingga mencapai 100 ton per hektare, sebuah lompatan yang diharapkan mampu meningkatkan kontribusi daerah terhadap pasokan gula nasional.
Selain fokus pada volume produksi, peningkatan rendemen juga menjadi perhatian serius.
Rendemen atau persentase kandungan gula dalam tebu merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas produksi gula.
Sunarsis menyampaikan bahwa capaian rendemen nasional saat ini masih berada di angka sekitar 7.
Karena itu, pihak kebun mendorong penggunaan bibit unggul dan varietas tebu berpotensi tinggi sebagai solusi untuk menghasilkan rendemen yang lebih optimal.
Melalui pemanfaatan varietas tersebut, pihaknya menargetkan rendemen dapat meningkat hingga mencapai angka 8 atau bahkan lebih.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa Kebun Bayu Kidul tidak hanya sekadar mengejar peningkatan kuantitas tebu, namun juga memastikan kualitas hasil panen dapat memberikan nilai produksi yang lebih tinggi bagi industri gula nasional.
Penggunaan bibit unggul, menurut Sunarsis, merupakan langkah penting yang dapat meningkatkan efisiensi pengolahan tebu dan memberikan hasil lebih maksimal bagi pabrik gula.
Lebih jauh, Sunarsis menegaskan bahwa program peningkatan produktivitas dan perbaikan kualitas tebu yang sedang dilakukan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi
Banyuwangi sebagai salah satu daerah penyokong industri gula nasional.
Ia menilai bahwa dengan produksi yang lebih tinggi dan kualitas tebu yang semakin baik, Kebun Bayu Kidul memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan swasembada gula yang selama ini menjadi target nasional.
Ia juga menekankan bahwa komitmen untuk meningkatkan produktivitas tebu tidak hanya akan berdampak pada sektor perkebunan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi penguatan ekonomi lokal.
Peningkatan panen dan rendemen diyakini dapat menciptakan rantai nilai yang lebih menguntungkan bagi petani, pekerja, hingga industri pengolahan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Kebun Bayu Kidul berharap dapat berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan gula dalam negeri sekaligus memperkokoh kemandirian sektor perkebunan Indonesia.
Dengan pencapaian produktivitas yang terus ditingkatkan dan kualitas tebu yang semakin baik, Sunarsis menyatakan bahwa pihaknya bertekad mendukung penuh upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.***











