UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat langkah menuju transformasi digital melalui program “Lumajang Terkoneksi dan Cerdas Digital”.
Sebagai bagian dari visi tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan 21 titik Wi-Fi publik yang tersebar di tujuh kelurahan di Kecamatan Lumajang.
Tahap berikutnya akan mencakup 57 desa tambahan, sementara 141 desa lainnya dijadwalkan terhubung dengan jaringan internet publik pada tahun 2026.
Inisiatif ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan akses digital di seluruh wilayah, termasuk daerah perdesaan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menjelaskan bahwa Wi-Fi publik menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat inklusi digital.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran jaringan internet di ruang publik tidak sekadar untuk hiburan semata, tetapi lebih kepada sarana pembelajaran, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan.
Menurutnya, setiap titik koneksi internet yang dibangun merupakan peluang baru untuk tumbuh dan berkembang secara ekonomi maupun sosial.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya agar program digitalisasi ini tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur jaringan saja.
Melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, Pemkab juga mengembangkan ekosistem ekonomi digital yang berpihak pada masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal.
Setiap titik Wi-Fi publik dirancang agar bisa berfungsi sebagai pusat aktivitas produktif masyarakat.
Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang bagi berbagai kegiatan positif, seperti pelatihan digital marketing, kolaborasi komunitas kreatif, pendampingan UMKM berbasis online, hingga fasilitas belajar daring bagi pelajar dan mahasiswa.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret pemerintah dalam menjembatani kesenjangan digital di wilayah pedesaan.
Mustaqim menegaskan bahwa digitalisasi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.
Pemerintah juga terus menggandeng berbagai pihak, termasuk penyedia layanan internet, lembaga pendidikan, dan komunitas digital lokal, untuk memastikan keberlanjutan program.
Diharapkan, kerja sama lintas sektor ini dapat menciptakan lingkungan digital yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
Lebih lanjut, Mustaqim mengungkapkan bahwa Pemkab Lumajang telah menyiapkan peta jalan pengembangan transformasi digital daerah, yang meliputi peningkatan literasi digital, perluasan jaringan broadband, serta pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Program tersebut dirancang sejalan dengan agenda nasional Indonesia Digital 2045 yang menargetkan seluruh kabupaten dan kota terhubung secara digital.
Selain memberikan akses internet gratis, program Wi-Fi publik juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem pemerintahan digital (e-government).
Pemerintah daerah berharap, dengan konektivitas yang merata, pelayanan publik berbasis digital seperti administrasi kependudukan, perizinan, dan pengaduan masyarakat bisa berjalan lebih cepat dan transparan.
Langkah progresif ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Lumajang menjadi kabupaten cerdas digital (smart regency) yang berdaya saing tinggi dan ramah inovasi.
Sebagai penutup, Mustaqim mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan jaringan Wi-Fi publik secara positif.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya digital yang produktif agar teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar konsumsi hiburan.
“Setiap koneksi yang kita buka harus membawa manfaat. Dari internet, masyarakat bisa belajar, berkreasi, dan meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Mustaqim.
Dengan komitmen ini, Lumajang selangkah lebih dekat menuju masa depan digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan — di mana teknologi menjadi jembatan menuju kesejahteraan seluruh warga.***











