Penyaluran BLTS Kesra Jombang Kini Berbasis Sistem Terintegrasi, 136 Ribu KPM Terima Bantuan Rp900 Ribu

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Jombang terus meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial melalui penerapan teknologi.

Salah satu program yang kini memanfaatkan sistem pendataan digital adalah Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).

Melalui mekanisme baru ini, pemerintah pusat, Kantor Pos, dan pemerintah desa terhubung dalam satu sistem terintegrasi, sehingga proses pendataan hingga penyaluran dapat dilakukan lebih akurat dan transparan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menjelaskan bahwa seluruh prosedur BLTS Kesra telah beralih ke sistem digital yang memungkinkan monitoring lebih mudah dan minim kesalahan.

Ia menegaskan bahwa penggunaan sistem terpadu ini menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang memenuhi kriteria.

“Semua prosesnya sekarang sudah berbasis sistem. Mulai dari usulan, sanggahan, hingga verifikasi dilakukan secara terintegrasi sehingga lebih mudah mendeteksi kelayakan penerima dan dipastikan tepat sasaran,” ungkapnya pada Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga :  Pasar Murah di Sampang: Solusi Ekonomis untuk Kebutuhan Sehari-hari

Dalam penjelasannya, Agung merinci bahwa jumlah penerima BLTS Kesra di Jombang mencapai 136.259 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 21 kecamatan.

Besaran bantuan untuk periode Oktober hingga Desember 2025 ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan untuk setiap keluarga.

Karena penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, maka masing-masing penerima berhak mendapatkan total Rp900.000.

Menurut Agung, mekanisme penyaluran terbagi menjadi dua kategori berdasarkan status penerima.

Untuk penerima eksisting, seperti KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan KPM penerima Bantuan Pangan Non Tunai atau Sembako, pencairan dilakukan melalui bank penyalur BNI menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Sementara itu, penerima perluasan atau penerima baru mendapatkan bantuan melalui Kantor Pos.

Baca Juga :  Pemerintah Kembali Cairkan PKH Tahap 4, Simak Rincian Bantuan dan Cara Penyalurannya

Sistem penyaluran ganda ini diterapkan untuk mempermudah proses distribusi dan menghindari penumpukan penerima di satu titik layanan.

Penyaluran BLTS Kesra untuk penerima perluasan dilakukan di masing-masing desa dan kelurahan, mulai 22 November hingga 30 November 2025.

Jadwal ini telah disesuaikan dengan kesiapan perangkat desa serta petugas verifikasi agar seluruh proses berjalan tertib dan tidak menimbulkan hambatan di lapangan.

Pemerintah desa juga telah mendapat akses ke sistem pendataan untuk memastikan validasi informasi penerima dapat dilakukan secara langsung.

Implementasi sistem terintegrasi ini tidak hanya mempermudah identifikasi kelayakan penerima, tetapi juga mempercepat proses sanggah dan perbaikan data apabila terjadi ketidaksesuaian.

Dengan demikian, potensi terjadinya data ganda, penerima tidak layak, maupun kesalahan penyaluran dapat diminimalkan.

Baca Juga :  Cara Efektif Mengatasi Kendala Pencairan Bansos November 2025: Panduan Lengkap untuk Penerima PKH dan BPNT

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap pendekatan digital ini menjadi standar baru dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat guna dan tepat sasaran.

Lebih jauh, Agung menambahkan bahwa penggunaan teknologi dalam pengelolaan bantuan sosial juga membantu meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah.

Data penerima yang terkoneksi dengan sistem pusat dan Kantor Pos dapat dipantau secara real-time, sehingga setiap perubahan atau dinamika yang terjadi di lapangan bisa segera ditindaklanjuti.

Dengan tersalurkannya BLTS Kesra secara terstruktur dan berbasis sistem, Pemerintah Kabupaten Jombang optimistis bahwa bantuan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,

terutama menjelang akhir tahun dan dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru