Target Pertumbuhan Ekonomi Sampang 2025 Terancam Melambat, Ini Faktor Penghambat Utamanya

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Sampang menetapkan sasaran ambisius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025.

Melalui proyeksi resmi, pemkab menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 4,32 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding capaian sebelumnya yang hanya berada pada kisaran 3,23 persen.

Namun, optimisme tersebut tidak sepenuhnya dibarengi keyakinan kuat dari perangkat daerah.

Berbagai faktor struktural maupun kondisi eksternal membuat pemerintah daerah menilai target tersebut berpotensi sulit dicapai.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sampang, Kustantinah, mengungkapkan bahwa pihaknya cenderung pesimis terhadap realisasi target pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang tahun ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam mendorong laju perekonomian daerah.

Baca Juga :  Petani Kediri Diminta Jaga Kualitas Gabah Demi Harga Optimal

Anomali cuaca yang tidak menentu telah berdampak langsung pada sektor pertanian, yang selama ini menjadi pilar utama penopang ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pola cuaca yang tidak stabil menyebabkan terganggunya proses produksi pertanian.

Keterlambatan musim tanam, gagal panen, hingga penurunan produktivitas lahan menjadi rangkaian dampak yang tak terelakkan.

Situasi tersebut berulang seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

“Mengaca pada tahun sebelumnya, faktor cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu utama melemahnya sektor pertanian dan menurunkan hasil panen, yang kemudian berujung pada penurunan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Selain tantangan dari sisi iklim, Kustantinah juga menyoroti lemahnya daya beli masyarakat sebagai faktor tambahan yang memperlambat gerak ekonomi daerah.

Baca Juga :  Lowongan Terbaru Bank BCA Oktober 2025: Peluang Karier Menjanjikan untuk Lulusan S1 dan S2

Daya beli yang lemah menggambarkan ketidakmampuan sebagian besar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi secara optimal.

Penurunan konsumsi rumah tangga ini berdampak langsung pada performa ekonomi karena konsumsi merupakan salah satu komponen terbesar dalam perhitungan pertumbuhan.

Tidak hanya itu, rendahnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga menjadi cerminan kurang kuatnya fondasi ekonomi Sampang.

PDRB per kapita yang rendah menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang belum memadai, sehingga berpengaruh pada kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi secara maksimal.

“Jadi faktor ini juga yang memperlambat laju ekonomi daerah,” ujarnya mengakhiri.

Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah telah menetapkan target pertumbuhan yang cukup tinggi, berbagai tantangan mendasar masih membayangi.

Baca Juga :  100 Hari Kerja Bupati Lamongan: Swasembada Pangan dan Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

Kebutuhan strategi adaptif dalam menghadapi perubahan cuaca, peningkatan produktivitas sektor pertanian, serta penguatan daya beli masyarakat menjadi kunci utama untuk memperbaiki kinerja ekonomi Sampang ke depan.

Tanpa langkah strategis yang komprehensif, target 4,32 persen kemungkinan besar sulit dicapai sesuai harapan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru