Batu Night Spectacular Rayakan HUT ke-17: Tantangan, Inovasi, dan Komitmen Bertahan di Dunia Wisata Malam

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 2 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Batu Night Spectacular (BNS), salah satu ikon wisata malam di Kota Batu, resmi menapaki usia ke-17.

Dalam perayaan tersebut, Direktur Utama BNS, Ir. Suryo Widodo, M.M., M.Mrs., menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanan panjang BNS sekaligus tantangan yang semakin kompleks di tengah industri pariwisata yang berubah cepat.

Menurutnya, usia 17 tahun bukan hanya angka, melainkan bukti ketangguhan BNS dalam bertahan dan berkembang di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin beragam.

Dalam sambutannya pada Selasa (2/12/2025), Suryo menegaskan bahwa keberlangsungan BNS hingga saat ini bukan sekadar dari lamanya usia operasional, tetapi dari kemampuan beradaptasi di tengah dinamika industri.

Ia menceritakan bahwa pada masa kejayaannya, BNS mampu menarik hingga 20.000 pengunjung dalam satu hari.

Baca Juga :  Wardah Ramadan Gathering 2025: Kolaborasi Elegan Sandys Scarf dan Hi Prima

Namun, kondisi tersebut berbeda jauh dengan saat ini, di mana jumlah pengunjung hanya berkisar sekitar 1.000 orang per hari.

Meski terjadi penurunan signifikan, Suryo tetap bersyukur karena BNS masih mampu bertahan di tengah maraknya destinasi wisata baru yang bermunculan.

Ia menjelaskan bahwa dua prinsip utama yang terus menjadi pegangan seluruh keluarga besar BNS adalah doa dan rasa syukur.

Baginya, kedua hal tersebut bukan hanya sekadar konsep spiritual, tetapi juga menjadi fondasi dalam menghadapi perubahan dan kesulitan.

Ia menekankan bahwa bersyukur berarti menghargai segala pencapaian, sekecil apapun itu, sedangkan doa menjadi bentuk komunikasi kepada Tuhan atas segala proses yang dijalani.

Meski banyak wisata lain mencoba mengadaptasi elemen-elemen khas BNS, seperti area lampion atau wahana wisata malam, Suryo menekankan bahwa keunikan BNS tetap tidak tergantikan.

Baca Juga :  Dorong UMKM Go Global, Kota Batu dan Bea Cukai Malang Sukses Ekspor Produk Pertanian

Ia menyebut bahwa Lampion Garden, salah satu daya tarik utama BNS, telah menjadi ikon yang bertahan selama 17 tahun tanpa kehilangan ciri khasnya.

Menurutnya, kekuatan identitas inilah yang membuat BNS tetap memiliki tempat di hati pengunjung.

Dalam kesempatan tersebut, Suryo juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai upaya memperkuat keberlanjutan industri wisata.

Ia mengaitkannya dengan konsep pentahelix, yakni sinergi antara masyarakat, dunia usaha, media, perguruan tinggi, dan pemerintah.

Menurutnya, kerja sama dari seluruh elemen tersebut bagaikan kaki-kaki penopang.

Jika salah satu di antaranya melemah, maka roda pergerakan destinasi wisata tidak akan berjalan optimal.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seluruh karyawan memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi BNS.

Baca Juga :  Kota Batu Pasang Target Investasi Rp 1 Triliun pada 2025, Ekonomi Lokal Siap Tumbuh Pesat

Menurutnya, pelayanan yang optimal, kebersihan area wisata, serta keindahan wahana harus selalu dijaga.

BNS yang menawarkan jasa hiburan membutuhkan kualitas layanan yang kuat agar tetap relevan dan dipercaya pengunjung.

Ia juga mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh berhenti, terutama di tengah ketatnya persaingan dan perubahan selera wisatawan.

Menutup sambutannya, Suryo mengajak seluruh tim BNS untuk terus menjaga komitmen berbenah dan berinovasi.

Baginya, tantangan industri wisata pada tahun-tahun mendatang akan semakin besar, dan ketangguhan hanya bisa dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, serta kesatuan seluruh pihak yang mendukung perjalanan BNS.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru