UMKMJATIM.COM – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali menjadi salah satu program penting pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sepanjang tahun 2025.
Menjelang akhir tahun, penyaluran BPNT memasuki tahap terakhir yang mencakup periode Oktober, November, hingga Desember.
Untuk tahap ini, pemerintah menyalurkan bantuan secara sekaligus kepada keluarga penerima manfaat (KPM),
sehingga pencairan lebih efisien dan memudahkan masyarakat memperoleh haknya sebelum memasuki masa libur panjang.
Dalam skema bantuan periode akhir tahun, setiap KPM berhak menerima nilai bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.
Karena mencakup tiga bulan sekaligus, total yang diterima oleh penerima manfaat pada tahap ini mencapai Rp600.000.
Dana tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai melainkan saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau tempat penyaluran BPNT resmi yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Penyaluran secara sekaligus ini menjadi kebijakan yang diambil pemerintah untuk mempercepat proses distribusi dan memastikan masyarakat memiliki kecukupan pangan menjelang akhir tahun.
Hal ini mengingat meningkatnya kebutuhan rumah tangga pada periode Oktober–Desember, terutama karena adanya libur panjang, persiapan akhir tahun, serta fluktuasi harga bahan pokok.
Kebijakan percepatan ini juga membantu memperkuat daya beli masyarakat, khususnya keluarga rentan yang sangat bergantung pada program bantuan sosial.
BPNT sendiri merupakan program yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan secara langsung.
Dana bantuan yang dikirimkan ke rekening KPM hanya dapat digunakan untuk membeli komoditas pangan tertentu, seperti beras, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan bahan pangan lain yang telah ditetapkan dalam pedoman program.
Dengan sistem ini, pemerintah memastikan bahwa bantuan benar-benar digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga, bukan untuk keperluan lain yang tidak terkait dengan nutrisi rumah tangga.
Para KPM biasanya menerima dana BPNT melalui kartu kesejahteraan sosial atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Setelah dana masuk, penerima dapat mendatangi e-warong terdekat untuk membeli bahan pangan sesuai kebutuhan.
Petugas e-warong akan membantu proses transaksi dengan menggunakan sistem elektronik yang langsung terhubung dengan saldo bantuan.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga terus melakukan pemantauan terhadap kelancaran distribusi,
ketersediaan stok pangan di e-warong, dan kepatuhan harga agar bantuan yang diterima benar-benar memberikan manfaat yang maksimal.
Pendamping sosial di setiap wilayah juga berperan aktif memastikan tidak ada KPM yang mengalami kendala saat menggunakan saldo bantuan.
Bagi keluarga yang ingin memastikan apakah mereka termasuk dalam daftar penerima BPNT tahap akhir 2025, pengecekan dapat dilakukan secara online melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Dengan memasukkan data wilayah dan identitas diri, masyarakat dapat melihat status penerimaan bantuan secara cepat dan akurat.
Dengan penyaluran BPNT sebesar Rp600.000 untuk tiga bulan terakhir, pemerintah berharap seluruh KPM dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara lebih baik hingga akhir tahun.
Program ini diharapkan terus memberikan dampak positif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat rentan dan mendukung stabilitas ekonomi rumah tangga menjelang pergantian tahun.***











